
Pantau - Realisasi Program Pembangunan dan Renovasi 3 Juta Rumah mencapai 324.213 unit secara nasional hingga 13 Juni 2026 berdasarkan data Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Muhammad Qodari mengatakan capaian tersebut menunjukkan progres pelaksanaan program prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam menyediakan hunian layak bagi masyarakat.
“Berdasarkan data Kementerian Perumahan dan Kawasan Pemukiman atau PKP hingga 13 Juni 2026 atau pekan kedua bulan ini, realisasi program 3 Juta Rumah secara nasional telah mencapai 324.213 unit pada tahun 2026,” kata Qodari dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu.
Jalur Pengembang Catat Realisasi Terbesar
Qodari menjelaskan realisasi program tersebar melalui empat jalur pelaksanaan yang melibatkan pemerintah, pengembang, masyarakat, dan gotong royong.
Pada jalur negara, realisasi pembangunan dan renovasi rumah mencapai 55.655 unit dari target 510.046 unit atau sebesar 10,91 persen.
Jalur pengembang menjadi kontributor terbesar dengan capaian 181.291 unit dari target 635.122 unit atau mencapai 28,54 persen.
Sementara itu, jalur swadaya mencatat realisasi 83.210 unit dari target 188.140 unit atau sebesar 44,23 persen.
Adapun jalur gotong royong telah merealisasikan 4.057 unit dari target 36.693 unit atau mencapai 11,07 persen.
Dukung Hunian Layak dan Pertumbuhan Ekonomi
Qodari menuturkan Program 3 Juta Rumah merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk mengurangi ketimpangan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Program tersebut juga menjadi implementasi Astacita Presiden Prabowo yang menitikberatkan pembangunan infrastruktur dan pemerataan ekonomi hingga ke tingkat desa.
“Tujuannya adalah menyediakan hunian layak, terjangkau, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Indonesia terutama keluarga berpenghasilan rendah,” ujarnya.
Selain memenuhi kebutuhan hunian, program ini ditujukan untuk mengatasi backlog perumahan nasional yang masih mencapai sekitar 9,9 juta keluarga belum memiliki rumah serta memperbaiki 26,9 juta rumah tidak layak huni.
Menurut Qodari, pelaksanaan program didukung melalui berbagai instrumen pembiayaan yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, sektor swasta, dan partisipasi masyarakat.
“Program ini juga diharapkan menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional yakni menggerakkan sektor konstruksi, bahan pembangunan, tenaga kerja, dan investasi swasta,” ungkapnya.
- Penulis :
- Aditya Yohan





