
Pantau - Kementerian Sosial Republik Indonesia akan menggelar Open House Sekolah Rakyat pada Juli hingga Agustus 2026 dengan mengundang tokoh nasional, tokoh daerah, aktivis non-pemerintah, pegiat pendidikan dan literasi, pemuda, serta tokoh perempuan untuk melihat langsung proses pembelajaran di Sekolah Rakyat yang memasuki tahun ajaran baru 2026/2027.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menyaksikan secara langsung perkembangan program pendidikan bagi keluarga prasejahtera.
Ia mengungkapkan, "Kami mengundang para tokoh nasional maupun daerah, aktivis non-pemerintah, pegiat pendidikan, pemuda, hingga tokoh perempuan untuk melihat secara langsung kegiatan pembelajaran di Sekolah Rakyat."
Sebanyak 93 Sekolah Rakyat Mulai Gunakan Gedung Permanen
Pelaksanaan Open House bertepatan dengan dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027 yang dinilai sebagai fase penting dalam pengembangan program Sekolah Rakyat.
Pada tahun ajaran 2026/2027, sebanyak 93 titik Sekolah Rakyat mulai menggunakan gedung permanen setelah sebelumnya memanfaatkan gedung milik Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemensos dan fasilitas milik pemerintah daerah.
Program migrasi ke gedung permanen dilakukan sebagai bagian dari upaya pengembangan dan peningkatan kualitas layanan pendidikan Sekolah Rakyat.
Untuk memastikan proses perpindahan berjalan lancar, Kemensos meningkatkan koordinasi dengan berbagai pihak di daerah.
Koordinasi tersebut melibatkan Sekretaris Daerah, Dinas Sosial, dan Dinas Pekerjaan Umum.
Langkah itu dilakukan untuk mendukung perpindahan siswa lama ke gedung baru, penerimaan siswa baru, serta kesiapan sarana dan prasarana pendidikan.
Evaluasi Tunjukkan Peningkatan Prestasi dan Karakter Siswa
Berdasarkan evaluasi selama 11 bulan pelaksanaan program, Kemensos mencatat berbagai perkembangan positif pada siswa Sekolah Rakyat.
Peningkatan yang tercatat meliputi aspek kebugaran fisik, kedisiplinan, kepercayaan diri, serta prestasi akademik dan nonakademik.
Prestasi siswa dilaporkan meningkat di berbagai bidang, antara lain sains, bahasa, olahraga, dan seni.
Saifullah Yusuf mengatakan, "Berdasarkan hasil evaluasi selama 11 bulan program ini berjalan, kami mencatat para siswa menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek kebugaran, kedisiplinan, tingkat kepercayaan diri, serta raihan prestasi di bidang sains, bahasa, olahraga, dan seni."
Selain capaian akademik, Kemensos juga mencatat dampak positif terhadap pembentukan karakter siswa.
Perkembangan tersebut terlihat dari meningkatnya kedewasaan sikap, disiplin, serta pembiasaan ibadah yang lebih baik ketika siswa kembali ke lingkungan keluarga.
Kemensos menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia, kementerian teknis terkait, pemerintah daerah, dan berbagai mitra yang mendukung pelaksanaan program Sekolah Rakyat.
Kementerian berharap kemitraan lintas sektor semakin kuat untuk memperluas daya tampung siswa, meningkatkan mutu pembelajaran, dan mendukung pengembangan fasilitas pendidikan.
Pada 2026, jumlah siswa Sekolah Rakyat ditargetkan mencapai 32.000 orang.
Pada 2027, jumlah tersebut ditargetkan meningkat menjadi lebih dari 100.000 siswa seiring bertambahnya fasilitas pendidikan dan gedung permanen yang tersedia.
Saifullah Yusuf mengungkapkan, “Tahun ini targetnya ada 32 ribu siswa dan tahun 2027 sudah 100.000 lebih siswa Sekolah Rakyat seiring ketersediaan fasilitas yang sudah mumpuni.”
- Penulis :
- Leon Weldrick




