
Pantau - Demam Piala Dunia 2026 turut dirasakan masyarakat Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah.
Ratusan warga memadati kawasan Bundaran Rusa, Nanga Bulik, untuk menyaksikan laga Grup Piala Dunia antara Prancis dan Senegal melalui videotron yang difasilitasi Pemerintah Kabupaten Lamandau, Rabu (17/6/2026) dini hari.
Sejak malam, warga dari berbagai kalangan mulai berdatangan. Mereka datang bersama keluarga, sahabat, hingga komunitas sepak bola untuk menikmati atmosfer pertandingan dunia secara bersama-sama di ruang publik.
Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, mengatakan kegiatan nonton bareng (nobar) tersebut sengaja diselenggarakan agar masyarakat dapat menikmati pertandingan Piala Dunia dalam suasana yang aman dan nyaman.
"Kami sengaja memfasilitasi masyarakat melalui videotron agar warga dapat menikmati Piala Dunia bersama dalam suasana yang aman dan menyenangkan," ujar Rizky.
Menurutnya, pemanfaatan ruang publik untuk kegiatan positif seperti nobar dapat mempererat tali silaturahmi, meningkatkan interaksi sosial, serta menumbuhkan rasa kebersamaan di tengah masyarakat.
Antusiasme warga terlihat sepanjang pertandingan berlangsung. Sorak sorai dan tepuk tangan berkali-kali menggema setiap kali kedua tim menciptakan peluang di depan gawang.
Lukman, salah seorang warga Nanga Bulik, mengaku senang dapat menyaksikan pertandingan bersama warga lainnya.
"Biasanya videotron digunakan untuk informasi pemerintahan, sekarang jadi tempat berkumpul para pecinta sepak bola. Suasananya lebih ramai dan seru dibanding menonton sendiri di rumah," katanya.
Pertandingan yang berakhir dengan kemenangan Prancis 3-1 itu berlangsung meriah hingga peluit panjang dibunyikan. Warga kemudian membubarkan diri secara tertib sambil menantikan pertandingan-pertandingan berikutnya.
- Penulis :
- Aditya Andreas








