billboard mobile
HOME  ⁄  Nasional

BPBD Kotawaringin Timur Waspadai Kemarau Ekstrem dan Ancaman Karhutla hingga September 2026

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

BPBD Kotawaringin Timur Waspadai Kemarau Ekstrem dan Ancaman Karhutla hingga September 2026
Foto: (Sumber :Ilustrasi: Personel BPBD Kotim saat memadamkan karhutla di sekitar Jalan Lingkar Selatan atau Jalan Mohammad Hatta, Senin (15/6/2026). ANTARA/HO-BPBD Kotim.)

Pantau - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul prediksi kemarau ekstrem yang akan melanda seluruh wilayah tersebut pada Juli hingga September 2026.

Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam mengatakan kondisi sangat kering diperkirakan terjadi berdasarkan buletin iklim BMKG Juni 2026 yang memprediksi curah hujan hanya berkisar 0-20 milimeter atau berada di bawah normal.

“Seluruh wilayah Kotim diprediksi mengalami kondisi sangat kering atau kemarau ekstrem pada Juli sampai September 2026. Kondisi tersebut harus menjadi perhatian bersama, khususnya berkaitan dengan potensi karhutla yang akan meningkat signifikan,” kata Multazam.

Menurutnya, fenomena El Niño yang diperkuat oleh Indian Ocean Dipole (IOD) positif menjadi penyebab utama meningkatnya risiko kekeringan pada musim kemarau tahun ini.

Potensi Karhutla Meningkat Signifikan

Multazam menjelaskan kemarau ekstrem tidak hanya meningkatkan suhu udara dan memperpanjang periode kekeringan, tetapi juga membuat kawasan gambut menjadi lebih rentan terbakar.

BPBD menekankan langkah pencegahan sebagai prioritas utama untuk menekan risiko kebakaran yang lebih luas.

“Jangan membuang puntung rokok sembarangan, karena dalam kondisi sangat kering api kecil pun bisa memicu kebakaran besar,” ujarnya.

BPBD juga mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar serta mulai menerapkan teknologi tanpa bakar dalam aktivitas pertanian dan perkebunan.

Perkuat Pengawasan dan Kesiapsiagaan

Selain upaya pencegahan, BPBD Kotim memperkuat sistem pengawasan dengan mengaktifkan posko pemantauan, meningkatkan patroli rutin, serta memantau titik panas melalui sistem satelit dan laporan lapangan.

Pihak BPBD terus berkoordinasi dengan BMKG untuk memperoleh informasi cuaca terbaru dan peringatan dini terkait potensi kebakaran di wilayah rawan.

Di sisi kesiapsiagaan, masyarakat dan pemerintah desa diminta menyiapkan sumber air cadangan, membuat jalur pemisah api atau firebreak, serta memastikan seluruh peralatan pemadam siap digunakan.

“Masker N95 juga perlu disiapkan sebagai antisipasi apabila kabut asap mulai terjadi dan mengganggu kesehatan masyarakat,” ungkap Multazam.

BPBD berharap langkah pencegahan dan kesiapsiagaan yang dilakukan sejak dini dapat meminimalkan dampak kekeringan dan karhutla selama musim kemarau ekstrem tahun ini.

Penulis :
Aditya Yohan
Kemenkeu 2026