
Pantau - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mencatat laba bersih sebesar Rp46 miliar pada 2026 atau tumbuh 380 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp10 miliar.
Peningkatan kinerja tersebut menjadi indikator awal keberhasilan transformasi bisnis yang dijalankan perusahaan untuk memperkuat daya saing dan kesehatan keuangan di tengah persaingan industri bahan bangunan yang semakin ketat.
“Perbaikannya sudah terlihat. Tinggal bagaimana langkah-langkah transformasi yang sudah berjalan ini terus dikawal agar kinerja perusahaan semakin kuat ke depan,” ujar Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Laba Kumulatif Berbalik dari Rugi Menjadi Untung
Dony menjelaskan Danantara terus mendorong penguatan kinerja BUMN melalui berbagai agenda transformasi bisnis yang berorientasi pada efisiensi dan peningkatan profitabilitas.
Hingga Mei 2026 secara kumulatif atau year-to-date (YTD), SIG membukukan laba bersih sebesar Rp152 miliar.
Capaian tersebut berbanding terbalik dengan periode yang sama tahun lalu ketika perusahaan masih mencatatkan kerugian.
Menurut Dony, hasil tersebut mencerminkan keberhasilan berbagai langkah strategis yang telah dijalankan untuk memperkuat fundamental bisnis perusahaan.
Fokus Efisiensi dan Penguatan Daya Saing
Pada 18 Juni 2026, Dony menggelar pertemuan dengan Direktur Utama SIG Indrieffouny Indra untuk membahas perkembangan kinerja perusahaan dan berbagai inisiatif strategis yang sedang dijalankan.
Pertemuan itu menyoroti transformasi model bisnis yang telah diterapkan sejak Juli 2025.
Langkah tersebut meliputi peningkatan efisiensi operasional, optimalisasi proses bisnis, penguatan fundamental perusahaan, serta berbagai strategi untuk meningkatkan profitabilitas.
Perusahaan menilai transformasi yang dilakukan mulai memberikan dampak nyata terhadap kesehatan keuangan dan operasional SIG.
Selain meningkatkan laba, berbagai langkah tersebut juga diharapkan memperkuat ketahanan bisnis dan menciptakan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan.
BP BUMN dan Danantara menyatakan akan terus mengawal agenda transformasi di lingkungan BUMN agar setiap perusahaan mampu meningkatkan daya saing dan memberikan kontribusi optimal terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
- Penulis :
- Aditya Yohan








