
Pantau - Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menerima audiensi dengan sejumlah perwakilan mahasiswa yang menggelar aksi demonstrasi di depan kompleks parlemen di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, pada Jumat (19/6/2026), sebagai tindak lanjut penyampaian aspirasi peserta aksi.
Audiensi berlangsung di Ruang Abdul Muis yang berada di Gedung Nusantara atau Gedung Kura-Kura di kompleks parlemen.
Sejumlah pimpinan DPR yang hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Sufmi Dasco Ahmad dan Saan Mustopa.
Berdasarkan daftar kehadiran, lebih dari 50 perwakilan mahasiswa mengikuti audiensi tersebut.
Para peserta berasal dari berbagai perguruan tinggi dan organisasi kemahasiswaan, di antaranya Universitas Trisakti, Universitas Esa Unggul, Universitas Mercu Buana, serta Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).
Mahasiswa mulai diperkenankan masuk ke Gedung DPR sekitar pukul 17.45 WIB.
Selain pimpinan DPR, sejumlah anggota DPR turut mendampingi proses audiensi, termasuk Habiburokhman, Rano Alfath, dan Nazaruddin Dek Gam.
DPR Dengarkan Aspirasi Mahasiswa
Sebelum audiensi dimulai, Saan Mustopa menyatakan DPR akan terlebih dahulu mendengarkan aspirasi yang ingin disampaikan mahasiswa.
"DPR akan mendengarkan terlebih dahulu aspirasi yang ingin disampaikan mahasiswa," ungkap Saan Mustopa.
Audiensi tersebut menjadi forum penyampaian langsung berbagai tuntutan mahasiswa kepada pimpinan parlemen.
DPR menyatakan akan mendengarkan dan menampung berbagai masukan yang disampaikan dalam pertemuan tersebut.
Mahasiswa Sampaikan Tritura Trisakti
Dalam aksi demonstrasi, mahasiswa Universitas Trisakti menyampaikan tiga tuntutan yang mereka sebut sebagai Tritura Trisakti.
Tuntutan pertama adalah Pulihkan Ekonomi dan Politik.
Dalam tuntutan tersebut, mahasiswa mendesak pemerintah menurunkan harga bahan pokok.
Mahasiswa juga meminta penurunan harga bahan bakar minyak (BBM).
Selain itu, mereka meminta penghentian berbagai bentuk pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Tuntutan kedua adalah Berantas Inkompetensi Pejabat.
Mahasiswa meminta dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap program-program pemerintah yang dinilai bermasalah.
Mereka juga menuntut perbaikan komunikasi publik pemerintah kepada masyarakat.
Tuntutan ketiga adalah Kembalikan Supremasi Sipil.
Dalam poin tersebut, mahasiswa menyatakan penolakan terhadap RUU Polri.
Mereka juga meminta penghentian tindakan represif aparat di ranah sipil.
Selain itu, mahasiswa menolak proyek strategis nasional (PSN) yang menurut mereka merampas hak-hak rakyat.
Audiensi antara DPR dan mahasiswa berlangsung sebagai bagian dari penyaluran aspirasi peserta aksi kepada pimpinan parlemen.
- Penulis :
- Shila Glorya








