HOME  ⁄  Nasional

Menteri PU Siap Bangun Huntara dan Perbaiki Jembatan Rusak Pascagempa di Sigi

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Menteri PU Siap Bangun Huntara dan Perbaiki Jembatan Rusak Pascagempa di Sigi
Foto: (Sumber :Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo saat melakukan kunjungan meninjau aliran sungai dan jembatan di Nokilalaki, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, pascabencana gempa bumi, Minggu (21/6/2026). ANTARA/Moh Salam.)

Pantau - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memastikan pemerintah siap mendukung pembangunan hunian sementara (huntara) dan perbaikan infrastruktur yang terdampak gempa bumi di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, guna mempercepat pemulihan pascabencana.

Dody menyampaikan dukungan tersebut saat meninjau kondisi wilayah terdampak gempa di Sigi, Minggu, termasuk aliran sungai dan sejumlah jembatan yang menjadi akses utama masyarakat.

"Tentunya jika pemerintah daerah merasa perlu dibangun huntara, maka silakan berkomunikasi dengan BNPB untuk selanjutnya diserahkan kepada kami," kata Dody.

Menurutnya, pembangunan huntara dilakukan berdasarkan arahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang saat ini masih memegang kewenangan penanganan darurat bencana di wilayah tersebut.

"Kementerian Pekerjaan Umum selalu membangun huntara berdasarkan arahan BNPB, jika diperlukan kami akan masuk melakukan pembangunan huntara tersebut," ungkapnya.

Pemeriksaan Infrastruktur Dipercepat

Menteri PU juga memerintahkan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi jalan dan jembatan meskipun secara kasat mata tidak mengalami kerusakan berat.

Ia menyoroti adanya getaran yang terasa saat kendaraan melintas di Jembatan Posu Nokilalaki sehingga diperlukan pemeriksaan teknis lebih lanjut untuk memastikan keamanan masyarakat.

"Tadi saya berdiri di Jembatan Posu Nokilalaki dan ketika ada kendaraan melintas terasa ada getaran. Hal seperti ini harus segera ditindaklanjuti dengan pemeriksaan teknis agar masyarakat mendapatkan kepastian bahwa infrastruktur yang mereka gunakan setiap hari benar-benar aman," ujarnya.

Dody menegaskan keandalan infrastruktur tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis, tetapi juga menyangkut rasa aman masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Layanan Air Bersih dan Survei Hulu Sungai Jadi Perhatian

Selain infrastruktur jalan dan jembatan, Kementerian PU juga menginstruksikan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III melakukan survei kondisi kawasan hulu untuk mengantisipasi potensi gangguan aliran air pascagempa.

Ia mengatakan kementeriannya memberikan perhatian khusus terhadap ketersediaan layanan air bersih selama masa pemulihan bencana.

"Kementerian PU memastikan Intake dan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kamarora, Kecamatan Nokilalaki yang menjadi sumber layanan air minum bagi masyarakat sekitar tetap beroperasi dan siap melayani selama masa pemulihan pascabencana," katanya.

Saat ini Pemerintah Kabupaten Sigi masih menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari, terhitung sejak 17 hingga 30 Juni 2026.

Penulis :
Ahmad Yusuf