
Pantau - Hujan deras yang mengguyur Surabaya sejak subuh pada Senin (22/6) memicu genangan di sejumlah kawasan dan mengganggu aktivitas warga serta arus lalu lintas.
Genangan terjadi akibat pertemuan hujan lokal berintensitas sedang hingga lebat, limpahan air dari kawasan lebih tinggi, serta pasang laut yang memperlambat pembuangan air menuju hilir.
Drainase Kota Terhambat Tekanan Air Laut
Dalam kondisi pasang, air dari saluran kota tidak dapat langsung mengalir ke laut karena muka air penerima sedang tinggi.
Pompa tetap berfungsi, tetapi efektivitasnya terbatas karena aliran air dari kota tertahan oleh tekanan dari arah hilir.
BMKG sebelumnya telah mengeluarkan peringatan potensi hujan sedang hingga lebat di sejumlah wilayah Surabaya pada pagi hari tersebut.
Kondisi itu menunjukkan hujan pada masa kemarau tetap dapat terjadi ketika atmosfer lokal mendukung pembentukan awan hujan.
Sampah dan Tata Ruang Ikut Pengaruhi Genangan
Sejumlah kawasan seperti Simo, Tanjungsari, Tambak Mayor, Nginden, Ngagel, dan Bratang menunjukkan kerentanan berbeda terhadap genangan.
Kawasan Simo menerima limpahan dari wilayah lebih tinggi seperti Dukuh Pakis dan HR Muhammad saat hujan turun serentak.
Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Surabaya mengingatkan bahwa sampah dan penyumbatan saluran dapat memperlambat aliran air serta mengganggu kerja pompa.
Pertumbuhan kota juga membuat semakin banyak lahan terbuka berubah menjadi permukaan kedap air sehingga debit limpasan menuju saluran meningkat dalam waktu singkat.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





