
Pantau - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyatakan program revitalisasi dan rehabilitasi satuan pendidikan di Aceh membantu membangkitkan kembali semangat murid dan guru pascabencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut.
Program tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi antara Kemendikdasmen, Pemerintah Provinsi Aceh, dan TNI AD untuk mempercepat pemulihan fasilitas pendidikan.
Percepatan Pembangunan Sekolah Terus Dilakukan
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegaskan pemerintah terus mempercepat pembangunan sekolah agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berlangsung secara optimal.
“Kami menargetkan pada tahun ajaran baru 2026/2027 sebagian besar sekolah sudah selesai dibangun. Untuk sekolah yang lokasinya masih dapat digunakan, sebagian besar sudah dibangun, bahkan ada yang telah selesai dikerjakan,” ungkap Abdul Mu’ti.
Selama proses pembangunan berlangsung, pemerintah juga menyediakan ruang kelas darurat agar aktivitas belajar tidak terhenti.
Kepala Dinas Pendidikan Aceh Murthalamuddin menegaskan penggunaan ruang kelas darurat bukan berarti sekolah terdampak tidak mendapatkan penanganan.
Hasil revitalisasi mulai terlihat di SMKN 3 Sigli, Kabupaten Pidie, yang kini memiliki Ruang Praktik Siswa (RPS) baru untuk menunjang pembelajaran.
Sekolah tersebut menerima bantuan revitalisasi sebesar Rp2,6 miliar pada 2025 dan kembali memperoleh bantuan Rp1,6 miliar pada 2026.
Fasilitas Baru Tingkatkan Kenyamanan Belajar
Kepala SMKN 3 Sigli Iskandar menyampaikan fasilitas baru memberikan dampak positif terhadap proses pembelajaran siswa.
“Kami sangat bersyukur atas program revitalisasi ini. Sarana dan prasarana yang dibangun sangat mendukung proses pembelajaran, sehingga murid lebih nyaman belajar,” ujarnya.
Menurut Iskandar, Ruang Praktik Siswa menjadi fasilitas yang paling dirasakan manfaatnya terutama bagi Jurusan Teknika Kapal Penangkap Ikan (TKPI).
Jurusan tersebut mempersiapkan siswa menjadi tenaga profesional di bidang mesin kapal perikanan dan teknologi perikanan.
Fairuz, salah seorang siswa SMKN 3 Sigli, mengaku lebih nyaman belajar setelah gedung baru selesai dibangun.
Sementara itu, siswa lainnya, Cut Indah Sari, menilai fasilitas baru memberikan harapan yang lebih besar untuk masa depan.
“Pembangunan gedung ini membuat kami memiliki harapan dan peluang yang lebih besar untuk masa depan. Dengan fasilitas yang lebih baik, kami semakin semangat belajar dan meningkatkan keterampilan,” ungkapnya.
Bagi masyarakat pendidikan di Aceh, revitalisasi sekolah menjadi simbol kebangkitan pascabencana sekaligus harapan untuk membangun masa depan yang lebih baik melalui pendidikan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf
- Editor :
- Ahmad Yusuf





