
Pantau - Anggota Komisi II DPR RI Azis Subekti mendorong pembangunan arsitektur kedaulatan digital sebagai strategi nasional yang melibatkan negara, dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas teknologi, media, dan masyarakat sipil guna memperkuat kemerdekaan Indonesia di era digital.
Kedaulatan Digital Jadi Agenda Nasional
Azis mengatakan transformasi digital tidak cukup hanya dipahami sebagai perluasan akses internet atau penggunaan aplikasi, tetapi harus menjadi bagian dari upaya memperkuat kemandirian bangsa.
"Persoalan digital Indonesia bukan hanya persoalan teknologi. Persoalan ini menyentuh esensi kemerdekaan, yakni kemampuan bangsa menentukan nasib sendiri di tengah perubahan global," ungkapnya.
Menurut dia, pusat kekuasaan global kini bergeser ke data, algoritma, pusat komputasi, kabel bawah laut, jaringan digital, dan kecerdasan buatan sehingga Indonesia harus mampu membangun kemandirian digital.
Azis menilai Indonesia memiliki modal besar berupa jumlah penduduk, pasar digital yang kuat, wilayah yang luas, serta posisi geografis yang strategis.
"Indonesia menghasilkan data dalam jumlah besar. Nilai tertinggi dari data itu harus diupayakan kembali kepada Indonesia," ujarnya.
Tiga Fondasi Kedaulatan Digital
Azis menjelaskan pembangunan kedaulatan digital perlu ditopang tiga fondasi utama yang saling terintegrasi.
Fondasi pertama meliputi pembangunan infrastruktur fisik seperti kabel bawah laut, serat optik, satelit, pusat data, internet exchange, keamanan jaringan, dan diversifikasi jalur internasional.
Fondasi kedua mencakup penguatan aspek ekonomi dan teknologi, termasuk data, cloud computing, kecerdasan buatan, keamanan siber, riset, industri perangkat lunak, dan talenta digital.
Fondasi ketiga berfokus pada literasi digital, etika algoritma, perlindungan ruang publik, pendidikan kritis, penguatan media, serta ketahanan masyarakat terhadap manipulasi informasi.
"Indonesia tidak boleh anti dunia, tetapi juga tidak boleh lugu di hadapan dunia. Keterbukaan harus disertai kemampuan mengatur diri," ungkapnya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





