
Pantau - Kementerian Agama (Kemenag) bersama sejumlah lembaga filantropi berhasil menghimpun dan menyalurkan bantuan senilai Rp23.554.782.009 dalam perayaan Lebaran Anak Yatim dan Difabel di Jakarta, Kamis (25/6/2026), melalui kolaborasi lintas sektor yang telah menjangkau 50.113 anak yatim dan 2.488 penyandang disabilitas di seluruh Indonesia.
Kolaborasi Lintas Sektor Perkuat Penyaluran Bantuan
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Abu Rokhmad mengatakan, "Kekuatan utama program ini adalah kolaborasi. Ketika pemerintah, lembaga zakat, lembaga wakaf, dunia usaha, dan masyarakat bergerak bersama, manfaat yang dirasakan anak-anak menjadi jauh lebih besar."
Penghimpunan dan penyaluran bantuan dilakukan melalui sinergi yang melibatkan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Badan Wakaf Indonesia (BWI), perbankan syariah, serta berbagai Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas).
Abu Rokhmad mengatakan, "Kolaborasi ini membuktikan bahwa kepedulian sosial dapat menjadi gerakan bersama yang berdampak luas. Semakin banyak pihak yang terlibat, semakin besar pula manfaat yang dapat dirasakan oleh anak-anak yatim dan penyandang disabilitas di seluruh Indonesia."
Kalimantan Barat menjadi provinsi dengan nilai pendistribusian bantuan terbesar dalam program tersebut dengan total Rp7.575.980.800.
Rumah Zakat tercatat sebagai lembaga dengan kontribusi pendistribusian bantuan terbesar dalam program kolaborasi tersebut.
Program Dorong Pemberdayaan Anak Yatim dan Penyandang Disabilitas
Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas 2026 dirancang tidak hanya sebagai kegiatan santunan, tetapi juga menjadi ekosistem apresiasi dan pemberdayaan terpadu bagi anak yatim dan penyandang disabilitas.
Pendekatan yang diterapkan tahun ini menempatkan anak-anak sebagai subjek kegiatan dengan memberikan ruang untuk belajar, menampilkan bakat, mengembangkan keterampilan, serta menunjukkan hasil karya di hadapan publik.
Abu Rokhmad mengatakan, "Kami ingin menghadirkan ruang yang lebih luas bagi anak yatim dan penyandang disabilitas untuk mengekspresikan potensi terbaik mereka. Mereka bukan sekadar penerima manfaat, tetapi bagian penting dari pembangunan sosial keagamaan."
Untuk mendukung tujuan tersebut, kegiatan dikemas melalui lima zona festival yang terdiri atas Zona Tumbuh sebagai ruang edukasi, Zona Berdaya untuk pengembangan kapasitas dan soft skill, Barokah Market sebagai etalase produk pemberdayaan, Zona Ekspresi untuk kreativitas dan seni, serta Zona Cahaya sebagai area pelelangan karya anak-anak binaan.
Kegiatan Lebaran Yatim dan Difabel melibatkan 14 lembaga di tingkat pusat serta dihadiri secara langsung oleh 395 anak yatim dan 55 penyandang disabilitas.
Pelaksanaan program juga berlangsung secara nasional dengan melibatkan 34 Kantor Wilayah Kementerian Agama dan ratusan kabupaten serta kota di seluruh Indonesia.
- Penulis :
- Leon Weldrick





