
Pantau - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat ekosistem kebudayaan dan regenerasi Reog Ponorogo setelah Tim Kesenian Kyai Lodra meraih Juara Umum Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) XXXI dan membawa pulang Piala Bergilir Presiden Republik Indonesia.
Reog Dinilai Tetap Relevan di Tengah Perubahan Zaman
Khofifah mengatakan keberhasilan Tim Kesenian Kyai Lodra menunjukkan kesenian tradisional Jawa Timur tetap memiliki daya tarik dan mampu berkembang mengikuti perubahan zaman.
"Keberhasilan tim kesenian Kyai Lodra menjadi bukti nyata kesenian tradisi Jawa Timur tetap memiliki daya tarik, relevansi dan kualitas terbaiknya di tengah dinamika zaman. Tradisi bukanlah sesuatu yang statis, melainkan terus bertransformasi tanpa kehilangan nilai-nilai luhur yang menjadi ruhnya," ungkapnya.
Menurutnya, Reog Ponorogo bukan sekadar pertunjukan seni, tetapi juga identitas budaya Jawa Timur yang mengandung nilai keberanian, ketangguhan, gotong royong, kreativitas, serta penghormatan terhadap warisan leluhur.
Khofifah menegaskan pelestarian Reog harus diperkuat melalui pembinaan, regenerasi, dan pemberian ruang kreativitas bagi generasi muda agar kesenian tersebut tetap hidup dan dicintai lintas generasi.
"Pelestarian budaya tidak cukup dilakukan melalui upaya menjaga warisan yang telah ada. Kita juga harus membuka ruang yang luas bagi kreativitas, inovasi, dan regenerasi agar budaya tetap relevan, dicintai, dan mampu menjawab tantangan zaman," ujarnya.
Ajak Perkuat Ekosistem Kebudayaan
Khofifah mengajak pemerintah, seniman, akademisi, komunitas budaya, hingga masyarakat memperkuat ekosistem kebudayaan karena budaya juga memiliki potensi besar sebagai penggerak pembangunan daerah, pariwisata, dan ekonomi kreatif.
"Saya mengajak seluruh pemangku kepentingan terus memperkuat ekosistem kebudayaan, memperluas ruang-ruang kreativitas bagi generasi muda serta menjadikan budaya sebagai kekuatan karakter sekaligus kekuatan pembangunan daerah," katanya.
Ia berharap prestasi Tim Kyai Lodra menjadi motivasi bagi pelaku seni budaya di Jawa Timur untuk terus berkarya dan berinovasi tanpa meninggalkan akar tradisi.
"Mari kita jaga, lestarikan, dan wariskan semangat Reog kepada generasi penerus. Karena di dalamnya tersimpan jati diri, karakter, serta kebanggaan Jawa Timur yang akan terus menguatkan Indonesia," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Tim Kesenian Kyai Lodra Joko Winarko menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur atas dukungan dan pembinaan yang diberikan kepada para pelaku seni.
"Alhamdulillah kami berhasil meraih juara umum sekaligus memperoleh penghargaan penyaji terbaik, penata musik terbaik, penata tari terbaik. Prestasi ini merupakan buah dari kerja keras seluruh tim peserta dan juga pastinya dukungan dari berbagai pihak," ujarnya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





