
Pantau - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mendorong transformasi pembelajaran melalui pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) untuk menyiapkan murid menghadapi era digital dengan kemampuan berpikir kritis, memecahkan masalah, berkolaborasi, dan beradaptasi.
Pembelajaran Mendalam Jadi Fokus Transformasi
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Atip Latipulhayat mengatakan transformasi digital telah mengubah hampir seluruh aspek kehidupan.
Perubahan tersebut meliputi interaksi sosial, aktivitas ekonomi, hingga tata kelola global.
Menurut Atip, transformasi digital juga menghadirkan berbagai isu baru.
Isu-isu tersebut meliputi keamanan siber, perlindungan data pribadi, kejahatan lintas negara, dan pemanfaatan kecerdasan artifisial.
Atip menilai berbagai isu tersebut membutuhkan pemahaman hukum, etika, serta kolaborasi lintas negara.
Atip mengungkapkan, "Perkembangan teknologi saat ini berlangsung sangat cepat. Karena itu, generasi muda harus memiliki kemampuan untuk terus belajar, beradaptasi, berpikir kritis, serta memahami berbagai dampak dari perkembangan teknologi digital."
Literasi Digital Diperkuat dengan Karakter
Atip mengatakan pendidikan harus mampu membentuk peserta didik yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan.
Menurut Atip, peserta didik juga harus memiliki karakter yang kuat, kreativitas, kemampuan bernalar kritis, dan kecakapan mengambil keputusan secara bertanggung jawab.
Semangat tersebut menjadi landasan penguatan Pembelajaran Mendalam yang terus didorong Kemendikdasmen.
Melalui pendekatan tersebut, peserta didik diajak memahami konsep secara utuh.
Peserta didik juga diajak menghubungkan pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari.
Pendekatan tersebut bertujuan mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi agar peserta didik mampu menghadapi berbagai persoalan yang semakin kompleks.
Atip mengingatkan setiap aktivitas di ruang digital memiliki konsekuensi hukum, etika, dan tanggung jawab yang perlu dipahami sejak dini.
Atip menegaskan literasi digital harus berjalan beriringan dengan penguatan karakter dan kemampuan berpikir kritis.
- Penulis :
- Gerry Eka





