HOME  ⁄  Nasional

PLN Papua dan Papua Barat Catat Penurunan Durasi Gangguan Listrik 12 Persen pada Semester I 2026

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

PLN Papua dan Papua Barat Catat Penurunan Durasi Gangguan Listrik 12 Persen pada Semester I 2026
Foto: Petugas PLN saat melakukan pemeliharaan rutin di Gardu Induk 150 kilovolt (kV) Holtekamp, Jayapura, Papua, pada beberapa waktu lalu.

Pantau - PT PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Papua dan Papua Barat mencatat penurunan durasi gangguan listrik per pelanggan hingga 12 persen pada semester pertama 2026 sebagai hasil penguatan sistem kelistrikan dan peningkatan keandalan layanan.

Keandalan Sistem Kelistrikan Meningkat

General Manager PT PLN UIW Papua dan Papua Barat Roberth Rumsaur mengatakan capaian tersebut menunjukkan upaya perusahaan dalam meningkatkan kualitas pasokan listrik terus membuahkan hasil.

Roberth mengungkapkan, "Penurunan durasi gangguan ini merupakan hasil dari berbagai langkah strategis yang kami lakukan, mulai dari penguatan infrastruktur, pemeliharaan jaringan secara berkala hingga peningkatan kesiapsiagaan petugas di lapangan."

Selain menurunkan durasi gangguan, PLN juga berhasil menekan frekuensi gangguan listrik per pelanggan hingga 43 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Roberth mengungkapkan, "Di mana capaian tersebut menjadi indikator meningkatnya keandalan sistem kelistrikan di wilayah kerja kami yakni Papua dan Papua Barat."

Peningkatan kualitas layanan tercermin dari penurunan System Average Interruption Duration Index (SAIDI) menjadi 102,37 menit per pelanggan.

Angka tersebut turun 12 persen dibandingkan Mei tahun lalu yang mencapai 116,34 menit per pelanggan.

Capaian tersebut juga melampaui target keandalan perusahaan sebesar 122,4 menit per pelanggan.

Roberth mengungkapkan, "Angka tersebut turun drastis sebesar 12 persen dibandingkan bulan Mei tahun lalu yang mencapai 116,34 menit, sekaligus sukses melampaui target keandalan perusahaan yaitu 122,4 menit per pelanggan."

Frekuensi Gangguan Turun 43 Persen

Pada saat yang sama, System Average Interruption Frequency Index (SAIFI) atau rata-rata frekuensi gangguan listrik berhasil ditekan menjadi 0,99 kali per pelanggan pada periode Mei 2026.

Capaian tersebut lebih baik dibandingkan target perseroan sebesar 1,76 kali per pelanggan.

PLN berhasil memangkas intensitas gangguan listrik sebesar 43,10 persen dibandingkan Mei tahun lalu yang mencapai 1,74 kali per pelanggan.

Roberth mengungkapkan, "Perusahaan berhasil memangkas intensitas gangguan sebesar 43,10 persen jika dibandingkan dengan bulan Mei tahun lalu yang mencapai 1,74 kali per pelanggan."

PLN akan terus memperkuat sistem kelistrikan melalui program pemeliharaan preventif.

PLN juga akan meningkatkan kapasitas peralatan.

Perusahaan akan terus mengembangkan infrastruktur untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat yang terus meningkat.

Penulis :
Gerry Eka