HOME  ⁄  Nasional

Keluarga Dinilai Menjadi Sekolah Pertama Penentu Masa Depan Bangsa di Era Digital

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Keluarga Dinilai Menjadi Sekolah Pertama Penentu Masa Depan Bangsa di Era Digital
Foto: (Sumber :Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji (depan, mengenakan beskap hitam), Wamendukbangga/Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka (depan, tengah, berkebaya merah) menyapa Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang hadir secara daring dalam rangka Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 yang puncaknya diselenggarakan di Yogyakarta, Senin (29/6/2026). (ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari.))

Pantau - Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2026 menjadi momentum untuk menegaskan kembali pentingnya keluarga sebagai sekolah pertama yang membentuk karakter, moral, dan masa depan anak di tengah tantangan perkembangan teknologi digital dan perubahan sosial.

Peran Keluarga Hadapi Tantangan Era Digital

Keluarga dinilai menjadi fondasi utama dalam membangun generasi unggul karena anak pertama kali belajar berbicara, menghormati, bekerja sama, serta memahami nilai benar dan salah di lingkungan keluarga.

Namun, pesatnya perkembangan teknologi digital, tekanan ekonomi, dan perubahan pola relasi sosial membuat fungsi keluarga sebagai lembaga pendidikan pertama menghadapi tantangan yang semakin besar.

Berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2024, sebanyak 79,5 persen penduduk Indonesia atau sekitar 221 juta orang telah mengakses internet, meningkat dibandingkan sebelumnya yang mencapai 69,21 persen.

Sementara itu, berbagai survei Kementerian Komunikasi dan Digital pada 2026 menunjukkan sekitar 80 persen anak di bawah usia 18 tahun menghabiskan rata-rata tujuh jam setiap hari menggunakan internet, terutama untuk media sosial, video, dan permainan digital.

Kondisi tersebut dinilai membuat proses sosialisasi anak semakin banyak dipengaruhi dunia digital dibandingkan interaksi langsung bersama keluarga.

Pengasuhan Berkualitas Jadi Fondasi Indonesia Emas 2045

Temuan UNICEF menunjukkan kualitas pengasuhan (parenting) memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan kognitif, sosial, dan emosional anak.

Anak yang memiliki kedekatan emosional dengan orang tua cenderung memiliki prestasi akademik lebih baik, kesehatan mental yang lebih kuat, serta kemampuan membangun hubungan sosial yang sehat.

Pandangan tersebut sejalan dengan filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara yang menempatkan keluarga sebagai pusat pendidikan pertama dan utama dalam pembentukan karakter anak.

Momentum Harganas 2026 diharapkan tidak hanya menjadi peringatan seremonial, tetapi juga mendorong penguatan peran keluarga dalam membentuk generasi yang berkarakter sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

Penulis :
Aditya Yohan