
Pantau - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta masih membahas rencana penyesuaian tarif Transjabodetabek bersama DPRD DKI Jakarta sebelum keputusan final diumumkan kepada masyarakat.
Pembahasan Tarif Masih Berlangsung
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengatakan pembahasan mengenai penyesuaian tarif masih berlangsung bersama DPRD DKI Jakarta.
"Sekarang ini sedang dalam pembahasan dengan DPRD, nanti setelah final dengan DPRD akan kami umumkan," ungkap Pramono di Balai Kota Jakarta pada Senin.
Sebelumnya, Pramono menyatakan akan mempertimbangkan secara sungguh-sungguh rencana penyesuaian tarif Transjabodetabek agar kenaikan tarif tidak membuat masyarakat kembali beralih menggunakan kendaraan pribadi.
Ia juga menegaskan komitmen Pemprov DKI Jakarta untuk menjadikan Jakarta sebagai kota yang nyaman bagi warganya.
Sebelum memutuskan besaran tarif baru, Pemprov DKI Jakarta akan melakukan berbagai pertimbangan secara matang.
Meski tarif Transjabodetabek nantinya disesuaikan, Pemprov DKI Jakarta tetap akan menambah jumlah armada guna meningkatkan kualitas layanan dan menjaga kenyamanan pengguna transportasi umum.
Kajian Tarif Pertimbangkan Berbagai Aspek
Direktur Utama PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) Welfizon Yuza mengatakan proses penentuan tarif Transjabodetabek hingga saat ini masih berada dalam tahap pembahasan.
"Masih pembahasan. Nanti Pak Gubernur yang akan sampaikan," kata Welfizon di Gedung DPRD DKI Jakarta pada Senin (15/6).
Menurut Welfizon, keputusan mengenai tarif tidak dapat diambil secara terburu-buru karena harus mempertimbangkan dampaknya terhadap masyarakat.
Ia menjelaskan penentuan tarif memerlukan kajian yang matang dengan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kondisi fiskal atau keuangan daerah, kualitas layanan transportasi, kondisi masyarakat, ability to pay (kemampuan bayar), hingga willingness to pay (kemauan bayar).
"Banyak hal yang harus dipertimbangkan. Ada fiskal, layanan, kondisi masyarakat, ability to pay (kemampuan bayar), willingness to pay (kemauan bayar)," ujarnya.
Selain besaran tarif, Transjakarta juga masih mengkaji mekanisme tarif yang akan diterapkan dan belum dapat memastikan apakah Transjabodetabek akan menggunakan sistem berbasis jarak seperti MRT atau tetap menerapkan tarif flat.
- Penulis :
- Arian Mesa





