
Pantau - Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno mengapresiasi keputusan Presiden Prabowo Subianto menurunkan harga gas bagi sektor industri sebagai langkah strategis untuk menjaga keberlangsungan industri nasional sekaligus melindungi lapangan kerja di tengah tingginya biaya energi.
Dinilai Responsif terhadap Aspirasi Industri dan Buruh
Eddy Soeparno mengatakan keputusan tersebut menunjukkan pemerintah merespons aspirasi pelaku usaha dan kelompok buruh yang selama ini mengeluhkan tingginya harga gas industri.
"Keputusan Presiden Prabowo untuk menurunkan harga gas industri merupakan langkah strategis dan tepat waktu. Presiden mendengar secara langsung keluhan pelaku usaha yang menghadapi peningkatan biaya produksi, sekaligus memperhatikan kekhawatiran kelompok buruh terhadap ancaman pemutusan hubungan kerja. Kebijakan ini menunjukkan keberpihakan pemerintah terhadap keberlangsungan industri nasional dan perlindungan lapangan kerja," ungkap Eddy.
Menurutnya, industri manufaktur merupakan salah satu penggerak utama perekonomian nasional yang menyerap jutaan tenaga kerja sehingga penyediaan energi dengan harga yang kompetitif menjadi faktor penting untuk menjaga produksi, investasi, dan kesempatan kerja.
"Ketika biaya energi dapat ditekan, perusahaan memiliki ruang yang lebih besar untuk mempertahankan operasional, menjaga tingkat produksi, dan menghindari langkah-langkah efisiensi yang berpotensi berdampak pada pekerja. Dalam situasi ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian, keberanian mengambil langkah korektif seperti ini sangat penting untuk menjaga keberlangsungan industri nasional sekaligus melindungi jutaan pekerja Indonesia," ujarnya.
Diharapkan Perkuat Investasi dan Daya Saing
Eddy menilai penurunan harga gas industri juga mengirimkan sinyal positif kepada investor bahwa Indonesia serius menciptakan iklim usaha yang kompetitif.
"Ketika dunia usaha melihat pemerintah hadir dan responsif terhadap persoalan yang mereka hadapi, maka kepercayaan akan meningkat. Kepercayaan inilah yang menjadi fondasi penting bagi investasi, ekspansi usaha, penciptaan lapangan kerja baru, dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," katanya.
Ia juga mengajak pemerintah, pelaku usaha, dan organisasi pekerja terus memperkuat dialog untuk menghadapi tantangan ekonomi sekaligus meningkatkan daya saing industri nasional.
"Kebijakan ini menunjukkan bahwa ketika pemerintah, pelaku usaha, dan pekerja duduk bersama mencari solusi, maka keputusan yang dihasilkan akan memberikan manfaat yang luas bagi bangsa. Kita berharap langkah ini menjadi awal dari penguatan sektor industri nasional yang semakin produktif, berdaya saing, dan mampu menciptakan lebih banyak lapangan kerja berkualitas bagi rakyat Indonesia," tutupnya.
- Penulis :
- Aditya Yohan

