HOME  ⁄  Nasional

Anggota DPR Usulkan Pembekalan SPPI Difokuskan pada Pendampingan Manajerial di Koperasi

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Anggota DPR Usulkan Pembekalan SPPI Difokuskan pada Pendampingan Manajerial di Koperasi
Foto: (Sumber :Anggota Komisi VI DPR RI Rivqy Abdul Halim. ANTARA/Dokumentasi Pribadi.)

Pantau - Anggota Komisi VI DPR RI Rivqy Abdul Halim mengusulkan agar pembekalan peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang menjadi calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) atau Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) dilakukan melalui pendampingan langsung di koperasi.

Pendampingan Dinilai Lebih Efektif

Rivqy mengatakan pembekalan calon manajer koperasi sebaiknya lebih menitikberatkan pada praktik lapangan melalui pendampingan di koperasi yang telah berhasil, magang bersama pelaku usaha, serta bimbingan dari mentor profesional.

Ia mengungkapkan, “Lebih baik kalau difokuskan ke skema manajerial saja.”

Menurutnya, sejumlah negara telah berhasil mengembangkan koperasi melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia, bukan dengan pendekatan fisik yang berlebihan.

Ia mencontohkan Jepang yang memperkuat koperasi pertanian melalui pendidikan manajemen dan pelatihan bisnis, Korea Selatan melalui gerakan Saemaul Undong yang menekankan kepemimpinan lokal dan kewirausahaan, serta Belanda yang mengembangkan koperasi dengan manajer profesional dan tata kelola yang kuat.

Rivqy mengungkapkan, "Indonesia perlu mengadopsi praktik-praktik terbaik tersebut. Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih akan berhasil apabila dikelola oleh sumber daya manusia yang profesional, berintegritas, memahami bisnis, dan dibina secara berkelanjutan."

Sampaikan Duka dan Soroti Evaluasi Program

Rivqy juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya lima calon manajer KDKMP dan KNMP.

Ia mengungkapkan, "Saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga para peserta yang meninggal dunia. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan."

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin meminta dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap program latihan dasar kemiliteran bagi calon manajer KDKMP dan KNMP setelah adanya peserta yang meninggal dunia.

Pada 29 Juni 2026, Kementerian Pertahanan memutuskan menghentikan program latihan dasar kemiliteran dan mengalihkan pembekalan bagi calon manajer KDKMP serta KNMP dengan fokus pada materi bela negara dan manajerial.

Penulis :
Ahmad Yusuf