
Pantau - Klaim yang beredar di media sosial dan YouTube mengenai Indonesia mengambil alih wilayah Sabah dan Sarawak dipastikan tidak benar setelah penelusuran menunjukkan tidak ada informasi maupun pernyataan resmi yang mendukung narasi tersebut.
Klaim Tidak Didukung Fakta Resmi
Unggahan tersebut menampilkan foto Presiden Prabowo Subianto bersama sejumlah pejabat yang tampak sedang menandatangani dokumen dengan narasi bahwa Pemerintah Sabah dan Sarawak ingin menjalin kerja sama langsung dengan Indonesia tanpa campur tangan Pemerintah Malaysia.
Hasil penelusuran menunjukkan Sabah dan Sarawak hingga saat ini tetap berstatus sebagai negara bagian Malaysia dan tidak terdapat kebijakan ataupun pernyataan resmi mengenai pengambilalihan wilayah oleh Indonesia.
Pemeriksaan menggunakan AI Detector Hive Moderation juga menunjukkan gambar penandatanganan pada thumbnail video memiliki probabilitas 96 persen sebagai hasil kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), sehingga tidak dapat dijadikan bukti autentik.
Hubungan RI-Malaysia Berjalan Melalui Kerja Sama
Faktanya, hubungan Indonesia dengan Malaysia, termasuk Sabah dan Sarawak, berlangsung melalui berbagai kerja sama lintas sektor, termasuk promosi wisata medis.
Direktur Jenderal Tourism Malaysia Mohd Amirul Rizal Abdul Rahim menyebut Sabah dan Sarawak turut direkomendasikan sebagai destinasi wisata medis bagi masyarakat Indonesia.
Secara historis, Sabah dan Sarawak resmi menjadi bagian dari Federasi Malaysia sejak 16 September 1963 melalui proses perundingan, konsultasi publik, jajak pendapat Komisi Cobbold, serta penandatanganan Perjanjian Malaysia pada 9 Juli 1963.
Berdasarkan hasil penelusuran tersebut, klaim yang menyebut Indonesia telah mengambil alih Sabah dan Sarawak dinyatakan sebagai hoaks dan tidak memiliki dasar fakta.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf
- Editor :
- Tria Dianti

