HOME  ⁄  Nasional

Anggota Komisi I DPR Nilai Evaluasi Latsarmil oleh Kemhan Merupakan Keputusan yang Tepat

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Anggota Komisi I DPR Nilai Evaluasi Latsarmil oleh Kemhan Merupakan Keputusan yang Tepat
Foto: (Sumber :Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PKB Oleh Soleh (ANTARA/Ho-Dok Humas Oleh Soleh).)

Pantau - Anggota Komisi I DPR RI Oleh Soleh menilai langkah Kementerian Pertahanan mengevaluasi dan menghentikan program latihan dasar kemiliteran (latsarmil) bagi calon manajer koperasi desa dan koperasi nelayan merupakan keputusan yang tepat serta responsif terhadap masukan masyarakat.

Menurutnya, program latsarmil kemudian diganti dengan latihan pembekalan bela negara dan manajerial yang dinilai lebih sesuai dengan kebutuhan peserta.

Ia mengungkapkan, "Kami mengapresiasi dan mendukung langkah Kemhan yang melakukan evaluasi serta menghentikan program latsarmil dan menggantinya dengan pendidikan bela negara dan manajerial. Ini merupakan keputusan yang tepat dan responsif terhadap berbagai masukan serta evaluasi yang berkembang."

Pendidikan Manajerial Dinilai Lebih Relevan

Oleh Soleh menilai latihan dasar kemiliteran kurang relevan dengan tugas calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Koperasi Nelayan Merah Putih.

Ia mengatakan para calon manajer lebih membutuhkan penguatan kapasitas di bidang manajemen, kepemimpinan, tata kelola organisasi, dan pengembangan usaha koperasi.

Ia mengungkapkan, "Pendidikan bela negara dan manajerial sangat dibutuhkan. Selain membangun karakter dan rasa cinta tanah air, program tersebut juga tidak memberatkan calon manajer kopdes sehingga mereka dapat fokus mempersiapkan diri menjalankan tugasnya di lapangan."

Evaluasi Diminta Menyeluruh

Oleh Soleh mengingatkan perubahan yang dilakukan Kementerian Pertahanan tidak hanya sebatas pergantian nama program, tetapi juga harus mencakup perbaikan substansi, metode pembelajaran, dan sistem pelatihan.

Ia menegaskan, "Evaluasi harus dilakukan secara menyeluruh agar pelatihan lebih efektif, relevan dengan kebutuhan peserta, dan yang paling penting tidak lagi menimbulkan korban jiwa."

Sebelumnya, Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menyatakan program latsarmil bagi peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) dihentikan dan diarahkan menjadi latihan pembekalan bela negara serta manajerial setelah dilakukan evaluasi oleh Menteri Pertahanan.

Penulis :
Aditya Yohan