
Pantau - Maraknya hoaks dan informasi tak terverifikasi di era media sosial dinilai mulai menyeret media arus utama ke dalam pusaran isu yang belum tentu benar.
Fenomena ini menjadi tantangan serius bagi dunia jurnalistik yang dituntut tetap menjaga akurasi dan verifikasi.
Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Heddy Lugito, mengingatkan media agar tidak ikut larut dalam arus informasi dari media sosial tanpa proses verifikasi.
"Banyak sekali beberapa media justru larut, bahkan media mainstream, larut dengan isu-isu yang dilontarkan oleh sosial media," katanya, dikutip Kamis (2/7/2026).
Ia menilai, tidak semua informasi yang beredar di ruang digital dapat dikategorikan sebagai kebenaran.
"Kadang-kadang itu bukan informasi, lebih ke isu, bahkan hoaks. Tapi masyarakat kita masih melihat kalau muncul di internet itu dianggap sebagai kebenaran," ungkapnya.
Menurut Heddy, peran jurnalis menjadi krusial untuk melakukan penjernihan informasi di tengah derasnya arus konten digital.
"Itulah tugas teman-teman jurnalis, harus bisa melakukan penjernihan terhadap informasi-informasi yang tidak benar. Jangan malah larut ke dalam pemberitaan-pemberitaan yang tidak benar," tegasnya.
Ia juga menyinggung fenomena “media tanpa kantor” atau homeless media yang dinilai semakin memperumit lanskap informasi.
"Sebagian dikerjakan dengan baik, tapi banyak pula yang dikelola secara asal-asalan," jelasnya.
Heddy menambahkan, ketika media semacam itu mendapat ruang di pusat kekuasaan, dapat memunculkan persepsi legitimasi terhadap informasi yang belum tentu akurat.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kebenaran dalam jurnalistik harus melalui proses klarifikasi dan verifikasi.
"Kebenaran jurnalistik itu bukan kebenaran absolut, tapi kebenaran yang harus kita klarifikasi dan verifikasi," tuturnya.
Ia juga mengingatkan bahwa tidak semua kebenaran perlu dipublikasikan jika tidak memberi manfaat bagi masyarakat.
"Tidak semua kebenaran harus kita beritakan. Kebenaran yang harus kita beritakan adalah yang bermanfaat bagi kehidupan," imbuhnya.
- Penulis :
- Khalied Malvino





