
Pantau - Komisi I DPR RI menyetujui kelanjutan ratifikasi kerja sama pertahanan antara Indonesia dengan Turki serta Indonesia dengan Malaysia dengan menekankan pentingnya transfer teknologi (transfer of technology/ToT) dan penyusunan peta jalan menuju kemandirian industri alat utama sistem persenjataan (alutsista).
Persetujuan tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja Komisi I DPR RI bersama Menteri Luar Negeri, Menteri Pertahanan, dan Menteri Hukum di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/7/2026).
DPR Tekankan Transfer Teknologi
Anggota Komisi I DPR RI Syamsu Rizal mengatakan kerja sama pertahanan tidak boleh berhenti pada pembelian alutsista, tetapi harus menjadi langkah strategis untuk membangun kemampuan produksi dalam negeri.
"Kita punya komitmen untuk membangun atau membuat rudal sendiri. Kita berharap jangkauannya itu sampai 250 kilometer, dan itu salah satu rudal yang sudah masuk kategori balistik," ungkapnya.
Menurut Syamsu, Indonesia memerlukan kepastian tahapan menuju kemandirian produksi alutsista melalui proses pembelian, produksi bersama, hingga penguasaan teknologi secara penuh.
"Yang kedua yang kita mau adalah kepastian bahwa ada roadmap kapan kita beli, kemudian kapan kita buat bareng-bareng, kemudian kapan kita bisa buat sendiri. Karena perjanjian ini juga ada dalam pasal-pasalnya. Jadi kita beli dulu, habis itu kita diberikan kesempatan untuk ada transfer teknologi, kemudian habis itu kita diberikan kesempatan untuk bikin alutsista secara mandiri," ujarnya.
Libatkan Industri dan Perguruan Tinggi
Syamsu juga mendorong penguatan riset dan pengembangan (research and development/R&D) melalui kolaborasi antara industri pertahanan, dunia usaha, dan perguruan tinggi di Indonesia.
"Salah satunya itu adalah pelibatan B to B kita dan pelibatan kampus. Kita kebetulan juga punya banyak kampus termasuk di beberapa angkatan. Kita punya Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL) yang juga mampu buat drone, buat rudal kecil," ungkapnya.
Menurut Komisi I DPR RI, pelibatan berbagai pemangku kepentingan dalam pengembangan teknologi pertahanan diharapkan mampu mempercepat terwujudnya industri alutsista nasional yang mandiri dan berkelanjutan.
- Penulis :
- Aditya Yohan

