
Pantau - Bank Indonesia bersama TNI Angkatan Laut melaksanakan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 guna memenuhi kebutuhan uang rupiah layak edar di wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T) di Provinsi Kepulauan Riau.
Ekspedisi Jangkau Lima Pulau Terluar di Kepulauan Riau
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau Rony Widijarto mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergi BI dan TNI AL dalam menjaga kedaulatan negara melalui penyediaan uang rupiah di wilayah 3T.
Ia mengungkapkan, "Ini merupakan wujud sinergi Bank Indonesia dan TNI AL. Amanat Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang Rupiah mengharuskan kami memastikan ketersediaan rupiah tanpa terkecuali, termasuk di wilayah 3T yang secara geografis menjadi tantangan."
Ekspedisi yang berlangsung pada 2 hingga 8 Juli 2026 akan menjangkau Pulau Tarempa di Kabupaten Kepulauan Anambas, Pulau Midai dan Pulau Subi Besar di Kabupaten Natuna, Pulau Tambelan di Kabupaten Bintan, serta Pulau Singkep di Kabupaten Lingga.
Pelaksanaan ERB 2026 ditandai dengan pelepasan KRI Beladau-643 dari Pelabuhan Batu Ampar, Batam.
Melalui layanan kas keliling, masyarakat di pulau-pulau tersebut dapat menukarkan uang lusuh atau tidak layak edar dengan uang baru.
Rony menjelaskan, "ERB memastikan kebutuhan uang masyarakat di wilayah 3T tetap terpenuhi. Uang yang sudah lusuh diganti dengan uang layak edar sehingga kualitas rupiah yang beredar tetap terjaga."
Ia menambahkan, "Tahun ini kami mengedarkan Rp14 miliar, meningkat dari tahun sebelumnya Rp13 miliar."
Edukasi Rupiah dan Kehadiran Negara di Wilayah Perbatasan
Selain layanan penukaran uang, Bank Indonesia juga memberikan edukasi mengenai program Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap rupiah sebagai simbol kedaulatan negara.
Wakil Komandan Komando Daerah Angkatan Laut IV Laksamana Pertama TNI Ketut Budiantara mengatakan penggunaan kapal perang TNI AL dalam ekspedisi tersebut merupakan bentuk kehadiran negara di wilayah terluar Indonesia.
Ia mengungkapkan, "Ini merupakan wujud peran negara di wilayah pelosok, khususnya daerah 3T. Kehadiran KRI Beladau dalam ekspedisi ini membuktikan negara hadir untuk melayani masyarakat. Semoga pelayaran sejauh 1.135 nautical miles ini berjalan lancar dengan cuaca yang bersahabat."
Sementara itu, Staf Ahli Gubernur Kepulauan Riau Bidang Ekonomi dan Pembangunan Andri Rizal menilai distribusi uang layak edar di Kepulauan Riau memiliki tantangan karena sekitar 96 persen wilayah provinsi tersebut berupa lautan.
Ia mengatakan, "Rupiah adalah simbol kedaulatan negara. Kehadiran uang layak edar di pulau-pulau terluar sangat krusial agar masyarakat tetap memiliki akses terhadap mata uang rupiah sebagai alat transaksi yang sah."
- Penulis :
- Ahmad Yusuf

