
Pantau - Pemerintah melalui Kementerian Pertanian mengembangkan pertanian modern di Kabupaten Merauke, Papua Selatan, melalui mekanisasi dan penguasaan teknologi guna memperkuat swasembada pangan nasional yang berkelanjutan.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, "Teknologi yang digunakan Merauke, Papua Selatan itu sejajar dengan Jepang, yang digunakan di Amerika dan negara-negara lain."
Pernyataan tersebut disampaikan Amran saat memimpin pelaksanaan program cetak sawah dan optimalisasi lahan seluas 137 ribu hektare di Kampung Waninggap Kai, Kecamatan Semangga, Kabupaten Merauke.
Amran melihat langsung generasi muda Merauke mengoperasikan drone dan berbagai alat mesin pertanian (alsintan) modern.
Menurutnya, kemampuan tersebut menjadi bukti bahwa pertanian di Merauke telah sejajar dengan praktik pertanian di negara-negara maju.
Amran mengatakan, "Inilah tujuan kita, transfer teknologi kepada putra-putri terbaik daerah ini."
Mekanisasi Tingkatkan Produktivitas Pertanian
Amran menegaskan mekanisasi menjadi kunci peningkatan produktivitas pertanian di Papua Selatan.
Seluruh tahapan budidaya, mulai dari penanaman hingga panen, dilakukan menggunakan teknologi modern.
Ia mengatakan, "Makanya, mereka menggunakan drone, tanam menggunakan rice transplanter, menggunakan combine harvester, itu luar biasa."
Amran mengaku kunjungannya ke Merauke menjadi momen yang berkesan setelah mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam lawatan luar negeri.
Ia mengatakan, "Tapi hari ini lelah saya terbayar karena mendengar berita baik dari para putra daerah berhasil."
Menurut Amran, penerapan teknologi modern telah meningkatkan intensitas tanam maupun produktivitas pertanian di Merauke.
Ia mengatakan, "Alat yang digunakan dan tadi peningkatan indeks pertanaman (IP), ini kini bukan basa-basi. Tadi yang berbicara mereka. IP itu tingkat nasional sekitar 1,6 sampai 1,7. Di Merauke itu sudah IP 2, artinya dua kali tanam per tahun. Kalau bisa tiga kali."
Pendapatan Petani Dilaporkan Naik
Indeks pertanaman (IP) di Merauke telah mencapai sekitar 2, yang berarti petani dapat menanam dua kali dalam setahun.
Amran berharap frekuensi tanam dapat ditingkatkan hingga tiga kali dalam setahun.
Produktivitas padi di Merauke juga terus meningkat dari sekitar tiga ton gabah per hektare menjadi empat hingga tujuh ton per hektare.
Ia mengatakan, "Dulu produksinya tiga ton, sekarang sudah ada empat ton, lima ton, ada enam ton, ada tujuh ton. Ini untuk semua rakyat, untuk kesejahteraan masyarakat kita. Pendapatannya naik. Tadi Pak Bupati sampaikan sampai 300 persen. Ini luar biasa."
Amran menegaskan seluruh alat dan mesin pertanian yang disalurkan pemerintah merupakan aset bagi masyarakat Papua.
Ia mengatakan, "Semua peralatan ini adalah untuk masyarakat yang ada di sini."
Saat berada di lokasi, Amran juga mencoba mengoperasikan traktor modern bersama operator lokal.
Ia mengaku terkesan dengan kemampuan operator muda Papua dalam menguasai teknologi pertanian modern.
Amran mengatakan, "Yang menarik adalah, saya buka tasnya, ada HP. Itu kayak iPhone. Artinya kesejahteraan mereka meningkat karena menguasai teknologi."
Ke depan, Kementerian Pertanian akan terus memperkuat pendampingan agar seluruh proses budidaya, mulai dari pembibitan hingga pascapanen, menggunakan teknologi modern termasuk mesin pengering gabah.
Hingga 2026, pemerintah telah mengembangkan 83.030 hektare cetak sawah dan 54.399 hektare optimalisasi lahan di Tanah Papua.
Papua Selatan menjadi pusat pengembangan terbesar dengan 48.934 hektare cetak sawah dan 53.499 hektare optimalisasi lahan.
Program tersebut telah meningkatkan indeks pertanaman dari 1,05 menjadi sekitar 1,82 hingga 2,00 serta meningkatkan produktivitas, luas panen, produksi beras, dan pendapatan petani yang dilaporkan naik hingga 300 persen.
- Penulis :
- Shila Glorya





