
Pantau - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan aktivitas kegempaan Gunung Awu pada periode 23–30 Juni 2026 didominasi gempa vulkanik dangkal dan gempa tektonik jauh, sementara status gunung api tersebut masih berada pada Level III atau Siaga.
Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi Lana Saria melaporkan selama periode tersebut tercatat 132 kali gempa vulkanik dangkal (VB) atau rata-rata 16 kejadian per hari, 16 kali gempa vulkanik dalam (VA), satu kali gempa tektonik lokal, serta 489 kali gempa tektonik jauh (TJ).
Gempa vulkanik dangkal mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya, dengan rata-rata kejadian turun dari 18 kali menjadi 16 kali per hari.
Sebaliknya, jumlah gempa vulkanik dalam mengalami peningkatan dibandingkan periode sebelumnya.
Tingginya jumlah gempa tektonik jauh masih dipengaruhi oleh Gempa Bumi Mindanao, Filipina, yang terjadi pada 8 Juni 2026.
Aktivitas Magmatik Masih Berlanjut
Berdasarkan pengamatan visual, kawah Gunung Awu tidak mengalami perubahan signifikan sejak awal Juli 2024 dan embusan asap kawah tidak teramati dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Gunung Awu.
Kondisi tersebut menunjukkan aktivitas embusan asap masih berada di dalam kawah dan tidak mengalami peningkatan dibandingkan periode sebelumnya.
"Suplai magma dari dalam masih mengindikasikan peningkatan, hal Ini menunjukkan dinamika dari aktivitas magmatik Gunung Awu masih berlanjut.", ungkap Lana Saria.
Badan Geologi mengingatkan perlunya mewaspadai peningkatan kegempaan secara tiba-tiba atau swarm gempa vulkanik serta peningkatan gempa Low Frequency karena dapat mengindikasikan akumulasi tekanan pada kedalaman dangkal.
Selain itu, aktivitas gempa tektonik di sekitar Sulawesi Utara dan Maluku juga masih tergolong tinggi.
Masyarakat Diminta Patuhi Rekomendasi PVMBG
Badan Geologi menyebut potensi bahaya Gunung Awu meliputi erupsi magmatik eksplosif yang menghasilkan lontaran material pijar dan aliran piroklastik, erupsi magmatik efusif berupa aliran lava, erupsi freatik, pembongkaran kubah lava apabila tekanan meningkat signifikan, serta hembusan gas vulkanik yang membahayakan apabila terhirup melebihi ambang batas aman.
Masyarakat dan wisatawan diminta tidak memasuki serta tidak beraktivitas dalam radius empat kilometer dari pusat kawah Gunung Awu.
Masyarakat juga diimbau mematuhi seluruh rekomendasi Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), tidak mudah terpancing informasi yang tidak benar mengenai aktivitas Gunung Awu, serta mengikuti arahan Badan Geologi yang terus berkoordinasi dengan BNPB, BMKG, kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, serta instansi terkait lainnya.
- Penulis :
- Gerry Eka

