HOME  ⁄  Nasional

Indonesia Kirim 37 Prajurit Marinir ke RIMPAC 2026, Tegaskan Komitmen Jaga Stabilitas Indo-Pasifik

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Indonesia Kirim 37 Prajurit Marinir ke RIMPAC 2026, Tegaskan Komitmen Jaga Stabilitas Indo-Pasifik
Foto: Pasukan Marinir TNI AL saat ajang latihan menembak di Range 1, Marine Corps Base Hawaii, Rabu 1/7/2026 (sumber: Pen Marinir)

Pantau - Indonesia menunjukkan kesiapan militernya untuk berkontribusi dalam menjaga keamanan dan stabilitas kawasan Indo-Pasifik melalui keikutsertaan 37 prajurit Korps Marinir TNI Angkatan Laut dalam latihan militer Rim of the Pacific Exercise (RIMPAC) 2026 di Hawaii, Amerika Serikat, sebagaimana disampaikan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Washington, D.C. dalam pernyataan pers yang dikonfirmasi di Jakarta pada Rabu, 8 Juli 2026.

RIMPAC 2026 merupakan latihan militer multinasional terbesar di dunia yang melibatkan 30 kapal perang, enam kapal selam, sekitar 200 pesawat, serta ribuan personel dari 31 negara.

Kontingen Indonesia terdiri atas 37 prajurit terbaik Korps Marinir TNI AL yang berasal dari Detasemen Jalamangkara, Pasukan Marinir 1 Jakarta, Pasukan Marinir 2 Surabaya, dan Pasukan Marinir 3 Sorong.

Kontingen Indonesia dipimpin Komandan Pusat Latihan Khusus Marinir TNI AL Letkol Marinir Huda Prawira Soemarto dengan pendamping Komandan KRI Sultan Hasanuddin-366 Letkol Laut (P) Eko Triyatmono.

Latihan dan Apresiasi terhadap Prajurit Indonesia

Duta Besar RI untuk Amerika Serikat Indroyono Soesilo meninjau langsung pelaksanaan RIMPAC pada 7 Juli bersama Atase Pertahanan RI Marsma TNI Yose Ridha dan Koordinator Fungsi Politik KBRI Washington D.C. Fahmi Ali Sarosa.

Delegasi Indonesia menyaksikan simulasi bertahan hidup di laut yang diperagakan oleh prajurit Marinir TNI AL selama peninjauan tersebut.

Selama latihan di Area Latihan Korps Marinir Amerika Serikat Bellows dan wilayah sekitar Honolulu, prajurit Indonesia mengikuti materi fast rope dari helikopter, latihan menembak, taktik tempur jarak dekat, simulasi operasi gabungan lintas negara, serta kemampuan bertahan hidup di hutan tropis.

Kemampuan bertahan hidup di hutan tropis menjadi salah satu keunggulan prajurit Indonesia yang mendapat perhatian peserta karena dinilai sebagai kemampuan khas prajurit yang terbiasa beroperasi di lingkungan tropis.

Komandan latihan dari Korps Marinir Amerika Serikat Kolonel McDonald memberikan apresiasi terhadap kemampuan berenang dan daya tahan fisik prajurit Indonesia yang dinilai sangat menonjol selama latihan.

Perkuat Kerja Sama Keamanan Kawasan

KBRI Washington, D.C. menyatakan, "RIMPAC tidak hanya menjadi ajang untuk meningkatkan kesiapan tempur, tetapi juga memperkuat interoperabilitas antarangkatan bersenjata berbagai negara. Kemampuan bekerja sama secara efektif menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan keamanan maritim, operasi kemanusiaan, serta penanggulangan bencana di kawasan Indo-Pasifik."

Kedutaan menilai partisipasi Indonesia memperkuat hubungan strategis dengan Amerika Serikat dan negara-negara mitra, sekaligus mendukung kerangka Comprehensive Strategic Partnership dan Major Defense Cooperation Partnership.

KBRI Washington, D.C. juga menyatakan, "Melalui keikutsertaan aktif dalam RIMPAC 2026, Indonesia kembali menegaskan posisinya sebagai negara kepulauan yang memiliki kapasitas, pengalaman, dan komitmen kuat dalam menjaga keamanan maritim regional."

Kedutaan menilai keikutsertaan Indonesia dalam RIMPAC 2026 menunjukkan peran Indonesia sebagai mitra dalam memperkuat kerja sama keamanan dan perdamaian di kawasan Indo-Pasifik.

Penulis :
Leon Weldrick