
Pantau - Hubungan Indonesia dan India yang telah terjalin sejak sebelum lahirnya negara modern kembali menjadi sorotan dalam momentum seabad Sagarika, yang menegaskan eratnya ikatan sejarah, kebudayaan, dan pendidikan kedua negara.
Momentum tersebut mengemuka seiring kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia yang juga ditandai dengan penguatan kerja sama di bidang pendidikan serta konservasi warisan budaya, termasuk di Kompleks Candi Prambanan.
Jejak Rabindranath Tagore di Nusantara
Pada Juli 1927, pujangga India sekaligus peraih Nobel Sastra pertama dari Asia, Rabindranath Tagore, melakukan perjalanan ke Hindia Belanda dalam sebuah kunjungan yang disebut sebagai ziarah budaya.
Kedatangan Tagore saat itu mendapat perhatian serius dari pemerintah kolonial Hindia Belanda yang menugaskan Politieke Inlichtingen Dienst (PID) untuk mengawasi setiap aktivitasnya.
Meskipun Tagore berjanji tidak akan membahas politik selama kunjungannya, karya-karyanya dikenal mengandung semangat penolakan terhadap kolonialisme melalui sastra.
Sejarah pertemuan pemikiran Rabindranath Tagore dan Ki Hadjar Dewantara kemudian menjadi salah satu fondasi hubungan kebudayaan dan pendidikan antara Indonesia dan India.
Kerja Sama Pendidikan dan Budaya Terus Diperkuat
Hubungan kedua negara kini berkembang melalui berbagai kerja sama strategis di bidang pendidikan, ilmu pengetahuan, dan pelestarian budaya.
Pemerintah Indonesia dan India juga memperkuat kolaborasi melalui rencana pengembangan institusi pendidikan tinggi serta kerja sama konservasi dan restorasi warisan budaya.
Momentum seabad Sagarika dinilai menjadi pengingat bahwa hubungan Indonesia dan India tidak hanya dibangun melalui diplomasi modern, tetapi juga berakar pada sejarah panjang pertukaran gagasan, kebudayaan, dan pendidikan yang telah berlangsung selama lebih dari satu abad.
- Penulis :
- Aditya Yohan





