
Pantau - PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyiapkan pengoperasian peron jalur 6, 7, dan 8 di Stasiun Bogor untuk mendukung layanan KRL Commuter Line dengan rangkaian 12 kereta (SF12) sebagai upaya mengurangi kepadatan penumpang yang rata-rata mencapai 431.368 pelanggan per hari di Bogor Line selama Semester I 2026.
Sepanjang Januari hingga Juni 2026, Bogor Line melayani 78.077.679 pelanggan, sementara Stasiun Bogor mencatat 18.451.462 pergerakan penumpang atau rata-rata 101.942 pergerakan setiap hari.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan peningkatan kapasitas dilakukan agar pelanggan memperoleh ruang perjalanan yang lebih nyaman sejak memasuki stasiun hingga tiba di tujuan.
“Ratusan ribu pelanggan mengandalkan Bogor Line setiap hari untuk bekerja, belajar, dan menjalankan berbagai aktivitas. Karena itu, pengembangan layanan disiapkan dengan melihat kebutuhan pelanggan sejak memasuki stasiun, menunggu di peron, naik ke dalam KRL, hingga tiba di tujuan,” ujarnya.
Peron Baru Dukung Operasi KRL SF12
KAI menjelaskan peron jalur 6, 7, dan 8 sebelumnya hanya mampu melayani rangkaian SF10, namun kini disiapkan untuk mendukung operasional KRL SF12 sehingga pengaturan kedatangan dan keberangkatan kereta menjadi lebih fleksibel.
Peron tersebut telah melalui uji bersama yang melibatkan tim prasarana, sarana, dan operasi untuk memastikan kesiapan jalur, listrik aliran atas, sarana KRL, hingga pola operasional sebelum digunakan melayani pelanggan.
“Uji bersama memastikan sarana, prasarana, dan pola operasi memiliki kesiapan yang selaras. Pemeriksaan dilakukan secara cermat karena keselamatan pelanggan dan keandalan perjalanan menjadi acuan utama sebelum fasilitas digunakan,” ungkap Anne.
Pengembangan juga mencakup perpanjangan jalur dan peron, penataan struktur, listrik aliran atas, mekanikal dan elektrikal, serta pemasangan kanopi agar pelanggan lebih nyaman saat menunggu kereta.
Pengadaan Rangkaian Baru Perkuat Layanan
Penguatan prasarana di Stasiun Bogor dilakukan bersamaan dengan pengadaan 27 rangkaian baru atau 324 kereta KRL yang terdiri atas 11 rangkaian produksi CRRC dan 16 rangkaian produksi PT INKA.
Hingga saat ini sebanyak 18 rangkaian atau 216 kereta telah beroperasi, terdiri atas 11 rangkaian CRRC dan tujuh rangkaian INKA, sementara sembilan rangkaian INKA lainnya masih dalam proses penyelesaian sebelum dioperasikan.
Anne mengatakan rangkaian SF12 memiliki kapasitas lebih besar sehingga harus didukung kesiapan peron, jalur, sistem kelistrikan, fasilitas perawatan, serta pengaturan operasional.
“Fokus penguatan Bogor Line adalah pengalaman harian pelanggan. Kapasitas yang lebih memadai, penyebaran pelanggan di peron, alur naik dan turun yang lebih lancar, serta sarana yang andal diharapkan dapat membantu mengurangi kepadatan pada waktu-waktu dengan kebutuhan perjalanan tinggi,” katanya.
KAI bersama KAI Commuter juga mengimbau pelanggan memperhatikan informasi perjalanan dan mengikuti arahan petugas selama tahap akhir pekerjaan berlangsung.
- Penulis :
- Gerry Eka





