
Pantau - Dewan Pengurus Daerah Himpunan Pramuwisata Indonesia (DPD HPI) Kalimantan Barat dan Sarawak Tour Guide Association (SkTGA) menggelar pertemuan perdana di Kuching, Malaysia, untuk memperkuat kerja sama pariwisata Indonesia dan Malaysia di kawasan Borneo.
Fokus Tingkatkan Profesionalisme Pramuwisata
Delegasi DPD HPI Kalimantan Barat yang dipimpin Ketua DPD HPI Kalbar Fahroollyadi disambut oleh 26 pengurus dan anggota aktif SkTGA dalam pertemuan yang membahas berbagai isu strategis kepariwisataan.
"Pertemuan tersebut menjadi tonggak awal penguatan komunikasi dan kolaborasi antara organisasi profesi pramuwisata di kedua wilayah yang selama ini memiliki kedekatan geografis dan potensi besar dalam pengembangan wisata lintas batas," ungkap Fahroollyadi.
Selama sekitar dua jam, kedua organisasi membahas peningkatan kompetensi pramuwisata, perlindungan profesi, standar pelayanan wisatawan, etika kepemanduan, tantangan profesi, serta bertukar pengalaman mengenai tata kelola organisasi dan pengembangan sumber daya manusia.
Jajaki Program Kolaborasi Lintas Negara
Fahroollyadi menilai kedekatan geografis Kalimantan Barat dan Sarawak menjadi modal penting untuk memperkuat sinergi sektor pariwisata.
"Sebagai wilayah yang bertetangga langsung, Kalimantan Barat dan Sarawak memiliki peluang besar untuk tumbuh bersama melalui sektor pariwisata. Pertemuan ini bukan sekadar kunjungan silaturahmi, tetapi merupakan langkah awal membangun kemitraan strategis bagi peningkatan profesionalisme pramuwisata dan pengembangan wisata lintas negara," ujarnya.
Kedua organisasi juga menjajaki peluang kerja sama berupa pertukaran informasi, pelatihan bersama, peningkatan kapasitas pramuwisata, promosi destinasi wisata, hingga pengembangan paket wisata lintas batas.
DPD HPI Kalimantan Barat berharap pertemuan perdana tersebut menjadi awal penguatan diplomasi pariwisata Indonesia-Malaysia di kawasan Borneo menuju industri pariwisata yang profesional, berdaya saing, dan berkelanjutan.
- Penulis :
- Gerry Eka





