
Pantau - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto meminta Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor memastikan hasil riset, penelitian, hingga karya ilmiah sivitas akademika mampu menjadi solusi atas berbagai persoalan masyarakat dan bangsa saat menghadiri Reuni Akbar Milad ke-63 UNIDA Gontor dan peringatan 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, Minggu.
Brian menegaskan hasil penelitian perguruan tinggi tidak boleh berhenti di lingkungan kampus, tetapi harus memberikan manfaat nyata bagi pembangunan nasional.
Riset Diminta Menjawab Kebutuhan Masyarakat
Brian mengungkapkan, "Kami menitipkan agar Pondok Modern Gontor bisa lebih berdampak. Program-program yang dilakukan di seluruh jenjang, penelitian, riset di UNIDA, skripsi, tesis, maupun disertasi kalau bisa dihubungkan dengan permasalahan bangsa, baik di Ponorogo, Jawa Timur, maupun Indonesia."
Ia menilai karya akademik harus menjadi bagian dari penyelesaian persoalan yang dihadapi masyarakat sehingga hasil riset dapat diaplikasikan secara luas.
Brian juga mengapresiasi kontribusi Pondok Modern Darussalam Gontor yang selama satu abad telah melahirkan banyak talenta bagi bangsa.
Ia mengungkapkan, "Kekuatan yang selama ini dihasilkan oleh Pondok Modern Gontor adalah akhlakul karimah, integritas, dan kekuatan bahasa. Kami berharap hal itu terus dilanjutkan."
UNIDA Pertahankan Sistem Pendidikan Berbasis Pesantren
Rektor UNIDA Gontor Prof KH Hamid Fahmy Zarkasyi menjelaskan UNIDA tetap mempertahankan sistem pendidikan berbasis pesantren dengan seluruh mahasiswa tinggal di asrama dan mendapatkan pembinaan secara intensif.
Hamid mengatakan, "Kita tetap mempertahankan sistem pondok, mahasiswa semuanya tinggal di dalam asrama dan dibina secara intensif oleh para dosen."
Menurutnya, sistem pendidikan di UNIDA tidak hanya menitikberatkan pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter melalui organisasi, hafalan Al Quran, kegiatan keagamaan, kepemimpinan, dan aktivitas sosial.
Ia mengungkapkan, "Keteladanan intelektual saja tidak cukup untuk hidup di masyarakat. Kami menggunakan kampus sebagai media belajar bagaimana hidup bermasyarakat, berorganisasi, memimpin, dan berkolaborasi."
- Penulis :
- Gerry Eka





