
Pantau - Menteri Kebudayaan Fadli Zon mendorong tiga makam Sultan Buton di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, segera ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional untuk memperkuat pelestarian dan pemajuan kebudayaan Indonesia.
Tiga situs yang diusulkan ialah makam Sultan Murhum atau Sultan Buton ke-1, Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi atau Oputa Yi Koo yang merupakan Sultan Buton ke-20, serta La Maani atau Oputa Kabumbu Malanga yang merupakan Sultan Buton ke-22.
"Saat ini Benteng Kesultanan Buton telah berstatus sebagai Cagar Budaya Nasional. Oleh karena itu, kami berharap situs-situs penting lain di kawasan tersebut, khususnya ketiga makam sultan, segera menyusul untuk mendapatkan status serupa," kata Fadli Zon, Senin (13/7).
Fadli menjelaskan penetapan status Cagar Budaya Nasional membutuhkan kerja sama antara Kementerian Kebudayaan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, Pemerintah Kota Baubau, dan seluruh pemangku kepentingan terkait.
Menurut dia, pelestarian warisan budaya tidak cukup hanya dilakukan melalui perlindungan, konservasi, dan perawatan.
"Langkah pelestarian tidak boleh berhenti pada aspek perlindungan, konservasi, dan perawatan saja. Warisan budaya yang ada harus dikembangkan, dimanfaatkan, serta dibina secara berkelanjutan," ujarnya.
Fadli menilai kawasan Benteng Kesultanan Buton merupakan saksi perjalanan sejarah sekaligus aset budaya yang menjadi kebanggaan bangsa Indonesia.
Penataan kawasan yang baik dinilai dapat menarik lebih banyak wisatawan domestik dan mancanegara untuk mempelajari sejarah serta menikmati keindahan alam dan wisata kuliner Buton.
Benteng Kesultanan Buton atau Benteng Wolio memiliki panjang sekitar 2,75 kilometer dan mulai dibangun pada abad ke-16 oleh Sultan Buton ke-3, La Sangaji.
Pembangunan benteng tersebut kemudian diselesaikan pada masa pemerintahan Sultan Buton ke-4.
Benteng itu memiliki 12 pintu gerbang atau lawa serta 16 bastion atau baluara.
Bangunan bersejarah tersebut dibangun secara swadaya oleh masyarakat Buton menggunakan batu karang dan perekat kapur setempat, bukan oleh kolonial Belanda maupun Portugis.
Karakter arsitektur dan nilai sejarah yang kuat menjadi dasar penetapan Benteng Kesultanan Buton sebagai Cagar Budaya Nasional.
- Penulis :
- Aditya Yohan





