HOME  ⁄  Nasional

Inggris Bergabung dengan Inisiatif Uni Eropa untuk Dukung Pemulihan Awal Gaza

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Inggris Bergabung dengan Inisiatif Uni Eropa untuk Dukung Pemulihan Awal Gaza
Foto: (Sumber :Warga Palestina mengisi wadah dengan air bersih yang didistribusikan melalui pasokan truk tangki di Khan Yunis, Gaza, Palestina, Senin (13/7/2026). Krisis air masih berlangsung akibat kerusakan parah pada infrastruktur dan sumur air yang disebabkan oleh serangan Israel. ANTARA FOTO/Xinhua/Abed Rahim Khatib/nym..)

Pantau - Pemerintah Inggris mengumumkan bergabung dengan inisiatif internasional yang dipimpin Uni Eropa untuk mendukung pemulihan awal Gaza serta menyalurkan dana sebesar 10 juta poundsterling atau sekitar Rp242 miliar guna mempercepat pelaksanaan rencana perdamaian Gaza.

Inggris Salurkan Dana untuk Pemulihan Gaza

Pemerintah Inggris menyatakan pendanaan tersebut akan disalurkan melalui Dana Horizon PBB guna mendukung pendekatan pemulihan yang dipimpin Palestina dan dikoordinasikan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Program tersebut akan difokuskan pada sektor air bersih dan sanitasi, layanan kesehatan, pendidikan, perumahan, pembersihan puing-puing, serta pengurangan risiko akibat amunisi yang belum meledak.

Inggris juga bergabung dalam Inisiatif Tim Gaza yang dipimpin Uni Eropa untuk menghimpun dukungan politik, pendanaan, dan bantuan praktis bagi pemulihan Gaza melalui paket bantuan senilai 750 juta euro atau sekitar Rp13 triliun.

Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper menilai upaya pemulihan berisiko tidak berjalan optimal apabila pembatasan bantuan kemanusiaan tidak segera dicabut.

Ia mengungkapkan, "Warga Palestina di Gaza perlu dapat membangun kembali kehidupan dan komunitas mereka. Namun, skala kehancurannya sangat dahsyat, dan laju dukungan meski semua janji yang dibuat dalam rencana perdamaian masih sangat lambat."

Ia juga mengatakan, "Skala pembatasan Israel yang terus berlanjut terhadap bantuan kemanusiaan dan dukungan tempat tinggal dan perawatan kesehatan dasar sangat merusak dan tidak bermoral."

Inggris Tegaskan Dukungan bagi Rekonstruksi Gaza

Pemerintah Inggris menyebut jumlah bantuan yang masuk ke Gaza masih belum memenuhi kebutuhan meski meningkat sejak gencatan senjata diberlakukan.

Sekitar 1,7 juta warga dilaporkan masih tinggal di lokasi pengungsian yang padat, sementara tidak ada rumah sakit yang beroperasi secara penuh di wilayah tersebut.

Yvette Cooper dijadwalkan bertemu dengan Perdana Menteri Palestina Mohammad Mustafa untuk membahas dukungan terhadap lembaga-lembaga Palestina, pemulihan awal Gaza, dan koordinasi internasional.

Pemerintah Inggris menegaskan akan terus mendukung rekonstruksi yang dipimpin Palestina serta solusi dua negara bersamaan dengan penguatan institusi Palestina dan pelaksanaan rencana perdamaian.

Sebelumnya, Perdana Menteri Inggris terpilih Andy Burnham menyampaikan permintaan maaf atas respons awal Partai Buruh terhadap perang di Gaza.

Ia mengatakan, “Saya tahu banyak orang merasa bahwa pada awal aksi militer Israel di Gaza, partai saya tidak bertindak dengan benar, dan saya menyesalinya. Tanggapannya terlalu sering tidak cukup baik. Kita perlu berbuat lebih baik.”

Penulis :
Aditya Yohan