HOME  ⁄  Nasional

KSP Dorong Penguatan BPJS Kesehatan sebagai Fondasi Menuju Indonesia Emas 2045

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

KSP Dorong Penguatan BPJS Kesehatan sebagai Fondasi Menuju Indonesia Emas 2045
Foto: (Sumber :Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman menyampaikan pidato kunci dalam acara Sarasehan HUT Ke-58 BPJS Kesehatan di Jakarta, Rabu (15/7/2026). ANTARA/HO-KSP.)

Pantau - Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman mendorong penguatan BPJS Kesehatan melalui berbagai dukungan sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045 saat memberikan pidato kunci dalam Sarasehan HUT Ke-58 BPJS Kesehatan di Jakarta, Rabu (15/7).

Dudung menegaskan, "Dengan memastikan masyarakat memperoleh perlindungan kesehatan, kita sedang memperkuat fondasi untuk mendukung agenda pembangunan nasional dan melapangkan jalan menuju pencapaian visi besar kita bersama, yaitu Indonesia Emas 2045," ungkapnya.

Penguatan Layanan dan Inovasi BPJS Kesehatan

Dudung menyampaikan Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian besar terhadap peningkatan kualitas layanan kesehatan masyarakat.

Ia mengatakan penguatan BPJS Kesehatan telah menjadi program prioritas nasional yang tercantum dalam visi dan misi Presiden serta merupakan bagian dari implementasi Astacita keempat.

BPJS Kesehatan saat ini telah memberikan perlindungan kepada lebih dari 285 juta jiwa atau hampir seluruh penduduk Indonesia.

Layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) juga terus diperluas hingga wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta daerah belum tersedia fasilitas kesehatan memenuhi syarat (DBTFK).

Perluasan layanan dilakukan melalui kerja sama rumah sakit apung, pengiriman dokter dan tenaga medis, serta penyediaan virtual office layanan peserta (VIOLA) dalam Program LANURI yang telah menjangkau 3.839 desa.

Dudung turut mengapresiasi inovasi BPJS Kesehatan, seperti optimalisasi aplikasi P-Care untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Program Siswa Sehat Sekolah Rakyat, pengembangan Desa Sehat JKN bersama Koperasi Desa Merah Putih, serta Program Prolanis Muda untuk menekan risiko penyakit kronis pada peserta berusia di bawah 45 tahun.

Tantangan Keberlanjutan Program JKN

Dudung mengingatkan masih terdapat sejumlah tantangan yang harus dihadapi bersama, mulai dari keberlanjutan Dana Jaminan Sosial (DJS) Kesehatan, tingkat kepatuhan peserta, hingga komitmen fasilitas kesehatan dalam menjalankan Program JKN.

Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito mengatakan rasio klaim Program JKN saat ini telah mencapai 108 persen sehingga mencerminkan tingginya beban pembiayaan kesehatan yang ditanggung lembaga tersebut.

Prihati mengungkapkan, "Jika perusahaan asuransi swasta mungkin melakukan repricing jika klaim sudah menyentuh 95 persen demi menjaga keberlanjutan bisnisnya. Kami sangat berharap dukungan kebijakan melalui regulasi baru dapat memperkuat keberlanjutan finansial Program JKN ini dalam jangka panjang."

BPJS Kesehatan telah menyiapkan strategi untuk meningkatkan kepesertaan, memperkuat pendanaan, serta mempercepat transformasi layanan berbasis digital.

Strategi tersebut juga mencakup integrasi kepesertaan JKN dengan layanan publik lainnya serta pengembangan layanan non-tatap muka agar akses masyarakat semakin mudah.

Penulis :
Aditya Yohan