
Pantau - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan Indonesia membidik peluang ekspor beras seiring surplus produksi nasional, stok beras yang melimpah, stabilitas harga di dalam negeri, serta kenaikan harga beras di pasar dunia.
Peluang Ekspor di Tengah Kenaikan Harga Beras Dunia
Amran mengatakan pemerintah tengah menjajaki peluang ekspor beras karena sejumlah negara telah menyampaikan permintaan impor dari Indonesia.
Ia mengungkapkan, "Indonesia akan mengambil celah saat harga beras dunia naik, Indonesia pasti akan mengambil celah ke sana karena ada beberapa negara minta impor. Sementara negosiasi."
Berdasarkan data Trading Economics, harga beras dunia pada perdagangan 15 Juli 2026 mencapai 13,75 dolar AS per kuintal.
Harga tersebut lebih tinggi dibandingkan 23 Juni 2026 yang berada di level 12,48 dolar AS per kuintal.
Kenaikan harga beras dunia sekitar 2,21 persen tersebut menjadi level tertinggi dalam lebih dari satu pekan.
Menurut Amran, kondisi tersebut menjadi peluang bagi Indonesia untuk memperluas pasar ekspor karena didukung produksi beras nasional yang surplus dan cadangan beras pemerintah yang melimpah.
Stok Beras Nasional Dinilai Mampu Menjaga Stabilitas Harga
Amran menjelaskan harga beras di dalam negeri tetap stabil meski harga beras dunia mengalami kenaikan.
Menurutnya, stabilitas tersebut didukung oleh ketersediaan stok nasional yang kuat sebagai hasil peningkatan produksi dalam negeri.
Stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog saat ini mencapai 5,3 juta ton.
Amran menilai kondisi tersebut menunjukkan ketahanan pangan Indonesia semakin kuat sehingga mampu menjaga stabilitas harga beras nasional di tengah tantangan pasar pangan global.
Ia mengatakan sejumlah negara, di antaranya Malaysia dan Singapura, telah mengajukan permintaan impor beras dari Indonesia dan saat ini proses penjajakan serta negosiasi masih berlangsung.
Amran mengungkapkan, "Arahan Bapak Presiden tingkatkan produksi pertahankan swasembada, kemudian lakukan hilirisasi pada sektor perkebunan, hortikultura dan peternakan."
Selain mempertahankan swasembada beras, pemerintah juga mempercepat hilirisasi sektor perkebunan, hortikultura, dan peternakan untuk meningkatkan nilai tambah, memperkuat daya saing, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
- Penulis :
- Shila Glorya





