
Pantau - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengajak para orang tua siswa Sekolah Rakyat berkomitmen mengikuti program pemberdayaan agar dapat mandiri dan tidak lagi bergantung pada bantuan sosial (bansos).
Orang Tua Diajak Ikut Program Pemberdayaan
Ajakan tersebut disampaikan Gus Ipul saat memimpin ikrar bersama orang tua siswa dalam acara Open House Sekolah Rakyat di Pasuruan, Jawa Timur, Jumat (17/7).
Gus Ipul mengucapkan, "Saya, orang tua siswa Sekolah Rakyat siap ikut program pemberdayaan sehingga bisa menjadi keluarga mandiri. Keluarga yang tidak bergantung lagi pada bansos."
Ikrar tersebut disambut positif dan diikuti secara serentak oleh para orang tua siswa yang hadir.
Menurut Gus Ipul, selain menyediakan fasilitas pendidikan bagi anak, pemerintah juga menyiapkan berbagai program pemberdayaan bagi orang tua agar mampu keluar dari jerat kemiskinan.
Ia mengungkapkan, "Negara harus memberi kesempatan dan memastikan setiap anak memiliki masa depan yang lebih baik."
Sekolah Rakyat Diharapkan Bangun Masa Depan Anak
Gus Ipul menegaskan tujuan utama Sekolah Rakyat bukan sekadar membangun sarana pendidikan, tetapi memastikan anak-anak dari keluarga miskin tetap memperoleh kesempatan belajar dan memiliki masa depan yang lebih baik.
Sementara itu, Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo menyatakan pemerintah daerah berkomitmen mendukung pelaksanaan program Sekolah Rakyat.
Adi mengungkapkan, "Sekarang sudah terbangun sekolah mulai dari tingkat SD sampai SMA. Saat ini sudah bisa kita saksikan anak-anak kita dengan penampilan dan perubahan yang cukup luar biasa. Bisa dipastikan bahwa Sekolah Rakyat ini memberikan kontribusi bagi anak-anak kita selama ini tidak bisa merasakan suasana sekolah."
Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul juga berdialog dengan sejumlah calon siswa Sekolah Rakyat, termasuk Rachmad Albi Fakhri yang mengaku senang karena memiliki banyak teman di sekolah.
Gus Ipul juga berbincang dengan Mai Nur Shafa yang mengaku merindukan orang tuanya karena telah lama merantau.
Shafa mengungkapkan, "Dari sejak awal kelas 1, karena orang tua pergi merantau."
- Penulis :
- Aditya Yohan





