HOME  ⁄  Nasional

Museum NTB Kembangkan Konsep Tematik Gunung Tambora dan Samalas untuk Tarik Wisatawan

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Museum NTB Kembangkan Konsep Tematik Gunung Tambora dan Samalas untuk Tarik Wisatawan
Foto: Foto: Wisatawan melihat maket Gunung Samalas di ruang pameran tetap Museum NTB, Mataram, Nusa Tenggara Barat, Rabu (24/6/2026). (Sumber: ANTARA/Sugiharto Purnama.)

Pantau - Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB) memperkuat transformasi menuju konsep museum tematik dengan menghadirkan sejarah letusan Gunung Tambora dan Gunung Samalas sebagai strategi menarik lebih banyak wisatawan serta memperkuat posisi museum sebagai destinasi unggulan di Pulau Lombok.

Kepala Museum NTB Ahmad Nuralam mengatakan pengembangan museum tematik diharapkan dapat meningkatkan daya tarik kunjungan sekaligus memperkaya destinasi wisata edukasi budaya.

"Mudah-mudahan dengan museum tematik bisa menguatkan lagi posisi kami, sehingga betul-betul menjadi destinasi unggulan. Sekarang tingkat kunjungan sudah tinggi," kata Ahmad Nuralam.

Museum Tematik Hadirkan Sejarah Letusan Gunung Besar

Museum NTB saat ini menyiapkan pembangunan museum tematik yang menampilkan sejarah letusan Gunung Tambora dan Gunung Samalas.

Berdasarkan dokumen detail engineering design yang telah disusun, museum tematik tersebut memiliki luas 2.390 meter persegi dengan tiga lantai bangunan.

Konsep museum tematik tidak hanya menampilkan artefak terkait letusan Gunung Samalas dan Gunung Tambora, tetapi juga memberikan edukasi mengenai peristiwa alam besar yang diketahui turut memengaruhi iklim dunia.

Museum tersebut juga akan dilengkapi ruang perpustakaan untuk menyimpan dan menampilkan naskah-naskah kuno serta ruang pameran digital dengan teknologi imersif.

Ahmad Nuralam menjelaskan pengembangan konsep tematik juga dibarengi dengan pembenahan sarana pendukung museum, termasuk perawatan koleksi dan peningkatan infrastruktur.

Menurutnya, penguatan konsep tematik dapat memberikan pengalaman yang lebih menarik bagi pengunjung sekaligus mempertegas identitas Museum NTB sebagai ruang edukasi, pelestarian sejarah, dan wisata budaya.

Museum Berkembang Menjadi Destinasi Rekreasi Edukatif

Ahmad Nuralam menyebut tren kunjungan wisatawan ke museum mengalami perubahan dalam beberapa tahun terakhir.

"Tren kunjungan wisatawan ke museum saat ini terjadi pergeseran yang semula ramai sebelum libur sekolah, tetapi kini justru ramai ketika musim liburan," ujar Nuralam.

Tingginya minat masyarakat menunjukkan perubahan persepsi terhadap museum yang kini tidak hanya dianggap sebagai tempat menyimpan benda bersejarah, tetapi juga berkembang menjadi destinasi rekreasi edukatif.

Museum NTB juga berharap penerapan peraturan daerah (perda) baru mengenai retribusi dapat mendukung peningkatan pelayanan dan pengembangan museum.

Penyesuaian tarif masuk yang diusulkan yaitu Rp5.000 untuk pelajar, Rp10.000 untuk wisatawan domestik, dan Rp30.000 untuk wisatawan mancanegara.

Saat ini tarif masuk Museum NTB masih sebesar Rp2.000 untuk pelajar, Rp5.000 untuk wisatawan domestik, dan Rp20.000 untuk wisatawan mancanegara.

Tarif masuk bagi pelajar tersebut telah berlaku selama lima tahun terakhir.

Penulis :
Arian Mesa
Editor :
Arian Mesa