HOME  ⁄  Nasional

Dinkes Papua Tengah Investigasi Dugaan Campak di Dogiyai untuk Cegah KLB

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Dinkes Papua Tengah Investigasi Dugaan Campak di Dogiyai untuk Cegah KLB

Pantau - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua Tengah mengerahkan tim investigasi ke Kampung Modio, Distrik Mapia Tengah, Kabupaten Dogiyai, untuk menelusuri laporan dugaan kasus campak sekaligus mencegah potensi Kejadian Luar Biasa (KLB).

Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinkes Papua Tengah Yohanes Kayame mengatakan tim melakukan penyelidikan epidemiologi dan pendampingan teknis bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Dogiyai serta petugas puskesmas setempat.

"Pembentukan tim ini adalah wujud komitmen memperkuat sistem kewaspadaan dini. Setiap informasi yang masuk ditindaklanjuti dengan penyelidikan berbasis fakta dan data yang akurat, bukan sekadar asumsi, guna mencegah terjadinya KLB," kata Yohanes.

Tim Lakukan Verifikasi dan Edukasi Masyarakat

Dalam proses investigasi, tim melakukan berbagai pemeriksaan untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan.

Langkah yang dilakukan meliputi verifikasi dan validasi kasus, penelusuran riwayat penyakit, pencarian kasus tambahan, pemeriksaan status imunisasi, serta pengambilan sampel sesuai pedoman Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Selain investigasi, petugas juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai gejala campak, pentingnya melengkapi imunisasi dasar, serta langkah pencegahan penularan penyakit.

Yohanes menjelaskan kegiatan tersebut juga bertujuan meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan tingkat kabupaten dan puskesmas agar mampu merespons penyakit menular secara cepat, tepat, dan mandiri.

"Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana pelatihan dan penguatan kapasitas bagi petugas kesehatan di tingkat kabupaten dan puskesmas, agar respons terhadap penyakit menular dapat dilakukan lebih cepat, tepat, dan mandiri ke depannya," ujar Yohanes.

Dinkes Imbau Warga Lengkapi Imunisasi Anak

Dalam pelaksanaan investigasi, tim sempat menghadapi kendala karena sebagian keluarga melakukan penolakan terhadap proses penyelidikan terkait kasus anak yang meninggal dunia.

Melalui pendekatan persuasif serta dukungan tokoh masyarakat dan pemerintah kampung, proses investigasi akhirnya dapat berjalan sesuai prosedur.

Dinkes Papua Tengah mengimbau masyarakat tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan penyebaran campak.

Masyarakat diminta segera membawa anggota keluarga yang mengalami gejala demam disertai ruam kemerahan ke fasilitas kesehatan terdekat agar mendapatkan penanganan sejak dini.

"Lengkapi jadwal imunisasi anak-anak kita, karena itu adalah perlindungan paling efektif. Dengan kerja sama seluruh elemen, kita pastikan penanganan berjalan maksimal dan penyakit tidak menyebar lebih luas," kata Yohanes.

Penulis :
Leon Weldrick