
Pantau - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah Sekolah Rakyat terbanyak, baik yang masih dalam tahap rintisan maupun yang sudah memasuki tahap pelaksanaan permanen sebagai upaya menghadirkan pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Sekolah Rakyat Jadi Upaya Putus Mata Rantai Kemiskinan
Khofifah menjelaskan Sekolah Rakyat permanen memiliki lahan yang disiapkan oleh pemerintah kabupaten/kota, sementara seluruh pembiayaan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Menurut Khofifah, keberadaan Sekolah Rakyat menjadi bukti komitmen pemerintah dalam memberikan akses pendidikan berkualitas sekaligus menyiapkan Generasi Emas Indonesia 2045.
"Melalui pendidikan, salah satu cara penting untuk memutus rantai kemiskinan dapat dilakukan," ungkap Khofifah.
Ia mengatakan melalui Sekolah Rakyat, pemerintah memberikan fasilitas pendidikan terbaik bagi masyarakat kurang mampu, khususnya kelompok Desil 1 dan 2.
Khofifah menegaskan pemberian fasilitas pendidikan yang baik kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu merupakan langkah untuk membuka peluang masa depan yang lebih baik.
Saat mengunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi I Banyuwangi, Khofifah mengaku terkesan dengan perkembangan pembangunan dan kelengkapan fasilitas sekolah tersebut.
Sekolah Rakyat Terintegrasi I Banyuwangi Hampir Rampung
Sekolah Rakyat Terintegrasi I Banyuwangi berlokasi di Dusun Krajan, Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi dengan progres pembangunan mencapai 88,7 persen.
Pembangunan sekolah tersebut ditargetkan selesai dalam waktu 12 hari ke depan.
Sekolah Rakyat Terintegrasi I Banyuwangi menggabungkan jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA) dalam satu kawasan.
Fasilitas yang tersedia meliputi asrama siswa, ruang kelas modern, laboratorium, gedung serbaguna, fasilitas olahraga, dan sarana ibadah.
Khofifah menilai fasilitas yang disediakan sangat representatif dan mampu mendukung proses pembelajaran secara optimal.
"Fasilitas olahraga di Sekolah Rakyat memiliki kualitas yang sulit ditemukan di banyak sekolah lain," kata Khofifah.
Khofifah menyebut Sekolah Rakyat merupakan program strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat.
Ia meminta masyarakat tidak perlu khawatir menyekolahkan anak-anak mereka di Sekolah Rakyat karena siswa akan mendapatkan pendidikan terbaik, pembentukan karakter, kedisiplinan, dan kemandirian.
Khofifah memahami masih ada kekhawatiran dari sebagian orang tua, terutama wali murid jenjang SD, karena anak harus tinggal di asrama dan jauh dari rumah.
Menurutnya, sistem asrama menjadi bagian dari proses membangun kemandirian dan karakter anak untuk mempersiapkan Generasi Emas Indonesia 2045.
Pada tahun ajaran 2026/2027, Sekolah Rakyat Terintegrasi I Banyuwangi menerima sebanyak 237 siswa yang terdiri dari 90 siswa SMA, 90 siswa SMP, dan 57 siswa SD.
- Penulis :
- Arian Mesa





