
Pantau - Atlet padel nasional Fitriani Sabatini mengaku memperoleh pelajaran berharga setelah tampil pada turnamen profesional International Padel Federation (FIP) Bronze Banten 2026 yang berlangsung di Dewa United Padel, Kabupaten Tangerang, Banten.
Fitriani bersama pasangannya asal Venezuela, Jessica Lucinda Palma Cruz, harus mengakhiri langkah di babak semifinal setelah dikalahkan pasangan Victoria Kurz dari Jerman dan Marcella Koek dari Belanda.
Fitriani Akui Berat Hadapi Pemain Internasional
Fitriani mengatakan, "Lawan orang luar negeri cukup tough (keras) dan berat, karena mereka sudah hafal sekali dengan pantulan kaca dan penempatan bola."
Ia menilai pengalaman tampil pada turnamen tersebut menjadi bekal penting untuk meningkatkan kualitas permainan di level internasional.
Fitriani mengatakan, "Lawan-lawannya cukup seperti main tenis, jadi kita bisa baca semua bola. Cuma kalau sudah lawannya orang luar negeri, cukup tough, cukup berat, karena mereka sudah hafal kaca dan penempatan bolanya."
Menurutnya, peningkatan kualitas latihan dan bertambahnya jam terbang menjadi aspek penting agar mampu bersaing dengan pemain-pemain dunia.
Fitriani mengatakan, "Mungkin selain itu saya akan fokus pada penguatan fisik dan ketahanan mental agar lebih stabil saat menghadapi tekanan di lapangan."
Bidik Gelar Juara di Turnamen FIP Berikutnya
Fitriani mengaku semakin termotivasi untuk memperbaiki kekurangan setelah mengikuti FIP Bronze Banten 2026.
Ia berharap Indonesia kembali menjadi tuan rumah turnamen Federasi Padel Internasional sehingga atlet nasional memiliki lebih banyak kesempatan bertanding di level internasional.
Fitriani mengatakan, "Ke depannya saya sangat ingin bisa juara di FIP. Harapan saya tentu ada lagi turnamen FIP di Indonesia, dan saya bisa meraih gelar juara."
Turnamen FIP Bronze Banten 2026 berlangsung pada 13 hingga 19 Juli 2026 dengan diikuti 34 pasangan putri dan 108 pasangan putra dari berbagai negara.
- Penulis :
- Gerry Eka





