HOME  ⁄  Nasional

Lapas Narkotika Muara Sabak Fasilitasi Warga Binaan Nobar Final Piala Dunia 2026

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Lapas Narkotika Muara Sabak Fasilitasi Warga Binaan Nobar Final Piala Dunia 2026
Foto: (Sumber :Suasana nonton bareng pertandingan final piala dunia 2026 di Lapas Narkotika Kelas IIB Jambi, Senin (20/7/2026). ANTARA/Agus Suprayitno.)

Pantau - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIB Muara Sabak, Jambi, memfasilitasi 21 warga binaan pemasyarakatan (WBP) untuk mengikuti nonton bareng final Piala Dunia 2026 sebagai bagian dari pembinaan dan pemenuhan hak rekreasional, Senin.

Kegiatan tersebut digelar di lingkungan lapas dengan tetap mengedepankan pengawasan petugas selama pertandingan berlangsung.

Nobar Jadi Bagian Pembinaan dan Hak Rekreasional

Kepala Lapas Narkotika Kelas IIB Muara Sabak M. Askari Utomo mengatakan kegiatan nonton bersama bertujuan mempererat hubungan antara petugas dan warga binaan.

"Kegiatan nonton bersama ini merupakan bentuk silaturahmi, kita ingin hubungan antara petugas dan warga binaan tetap terjaga dengan baik," katanya.

Ia menjelaskan pertandingan Piala Dunia merupakan tontonan yang digemari masyarakat, termasuk warga binaan, sehingga pihak lapas menghadirkan kegiatan tersebut agar mereka dapat merasakan euforia partai final antara Spanyol dan Argentina.

Kasubsi Registrasi Pembinaan Kemasyarakatan Haidar Meshvara Sahid mengatakan kegiatan nobar merupakan bentuk pemenuhan hak rekreasional sesuai amanat Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan.

"Kita pilih yang tingkat risikonya menengah ke bawah, ini (nobar) merupakan bagian hak dasar, pembinaan kemandirian. Dilihat kondisi aman, maka diputuskan kita buat acara ini," ungkapnya.

Pengawasan Tetap Diperketat Selama Kegiatan

Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) A. Yudhistira Hadiyan Pratama memastikan seluruh warga binaan yang mengikuti kegiatan tetap berada dalam pengawasan petugas.

"Tetap dalam pendampingan petugas, mereka yang nonton umumnya tahanan pendamping (tamping), atau kategori risiko rendah," jelasnya.

Ia mengatakan seluruh peserta nobar telah menjalani sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) sebelum diizinkan mengikuti kegiatan.

Salah seorang warga binaan berinisial IN (56) mengaku senang dapat mengikuti nonton bareng bersama petugas lapas.

"Senang kami dapat hiburan, puas nontonnya karena layarnya lebar. Paling tidak bisa membuang jenuh dan bisa bersilaturahmi dengan petugas," ujarnya.

Penulis :
Aditya Yohan