HOME  ⁄  Nasional

Menag Nilai Kerukunan Jadi Modal Indonesia Hadapi Dinamika Global

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Menag Nilai Kerukunan Jadi Modal Indonesia Hadapi Dinamika Global
Foto: (Sumber :Menag Nasaruddinmar menilai kerukunan menjadi salah satu modal penting Indonesia dalam menghadapi dinamika global saat menjadi narasumber Podcast Open The Door, Selasa (14/7/2026).)

Pantau - Menteri Agama Nasaruddin Umar menilai kerukunan menjadi salah satu modal penting Indonesia dalam menghadapi dinamika global karena memperkuat kemampuan bangsa membangun komunikasi yang terbuka, tenang, dan konstruktif di tengah perbedaan kepentingan antarnegara.

Politik Bebas Aktif Perkuat Peran Indonesia

Pernyataan tersebut disampaikan Nasaruddin Umar saat menjadi narasumber Podcast Open The Door di Kantor Kementerian Agama yang tayang pada Minggu (19/7/2026).

Menag mengatakan prinsip politik luar negeri bebas aktif memungkinkan Indonesia menjaga komunikasi dengan berbagai negara tanpa terikat pada pertentangan blok tertentu.

"Kita selalu menempuh politik jalan tengah. Kita bisa dekat dan berkomunikasi dengan siapa pun karena politik bebas aktif sebagaimana dituntunkan dalam Undang-Undang Dasar 1945," ujarnya.

Ia menegaskan politik jalan tengah bukan berarti Indonesia bersikap pasif terhadap persoalan global, melainkan tetap berkontribusi melalui komunikasi yang konstruktif.

"Konflik itu tidak bisa diselesaikan dengan bensin, tetapi harus disiram dengan air kesejukan," tuturnya.

Kerukunan Dinilai Jadi Kekuatan Bangsa

Menag menyebut kemampuan masyarakat Indonesia hidup dalam keberagaman agama, suku, bahasa, dan budaya menjadi kekuatan utama yang didukung falsafah Pancasila dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Saya berharap generasi kita sekarang ini dan generasi akan datang betul-betul mempertahankan prinsip dasar NKRI dengan falsafah Pancasila," katanya.

Menurut Nasaruddin, kondisi tersebut tercermin dalam Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) 2025 yang mencapai 77,89 dan berada dalam kategori tinggi.

Ia juga menilai budaya maritim Nusantara telah membentuk karakter masyarakat yang terbuka, adaptif, dan mampu membangun komunikasi lintas perbedaan sehingga menjadi modal sosial penting bagi Indonesia dalam memperkuat peran konstruktif di pergaulan internasional.

Penulis :
Aditya Yohan