
Pantau - Mitra Badan Gizi Nasional (BGN) Sujimin menyebut pencarian bahan baku berkualitas untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu tantangan utama dalam operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Sujimin mengatakan mitra harus memenuhi standar kualitas bahan baku tanpa melebihi harga pasar lokal sesuai ketentuan BGN sehingga proses pengadaan menjadi tidak mudah.
Ia mengatakan, "Mencari bahan baku berkualitas tidak mudah. BGN mensyaratkan ketika belanja bahan baku tidak boleh melebihi harga pasar lokal, ini kan enggak mudah, sementara kita dituntut harus baik, berkualitas, tepat waktu, sedangkan kalau terjadi masalah, orang yang dicari pertama kali di dapur."
Sujimin menegaskan mitra MBG harus menjaga profesionalitas dan integritas karena menjadi pihak yang pertama dimintai pertanggungjawaban apabila terjadi kejadian luar biasa dalam pelaksanaan program.
Ia mengatakan, "Kita punya beban moral dan sosial kepada masyarakat, kecuali yang punya dapur enggak tahu orangnya di mana, tetapi bagi kami, dapur harus dekat dengan saya, yang bisa saya pegang, karena yang kena pertama kali (ketika ada permasalahan) mitra dapur. Ini persoalannya adalah integritas, Merah Putih."
Ia juga mengakui pengelolaan sumber daya manusia menjadi tantangan karena sebagian relawan maupun pekerja SPPG belum memiliki pengalaman memasak dalam jumlah besar.
Ia mengatakan, "Atau SDM harus diambil dari warga sekitar, baik anak muda, orang tua, mereka selama ini asal masak, sedangkan bumbu kami harus serba segar, lalu cara masak kan kita tidak sama, mengarahkan sekian banyak orang, semua harus serba baik, mulai dari cara memotong hingga memasak."
Sebelumnya, Kepala BGN Sudaryono menyatakan evaluasi standar bahan baku MBG menjadi salah satu prioritas untuk memperbaiki tata kelola program tersebut.
Ia mengatakan, "Semua bahannya harus benar, dengan standar keamanan yang juga harus benar, karena kita belajar dari faktor keracunan dan lain-lain. Jadi, selain cara mengolahnya ada juga yang dari bahan bakunya, yang barangkali itu tidak terstandar atau mungkin bahan bakunya punya kualitas enggak begitu bagus."
Sudaryono menambahkan Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan agar BGN menajamkan sasaran program sehingga peningkatan kualitas gizi anak dapat tercapai sekaligus memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





