
Pantau - PT Pertamina Patra Niaga bersama Pertamina Foundation meresmikan 13 penerima Program Beasiswa Calon Pelaut Tahun 2026 dalam acara yang digelar di Yudhistira Ballroom, Patra Jasa Office Tower, Jakarta, Kamis (23/7/2026), sebagai upaya mencetak generasi pelaut Indonesia yang profesional, berintegritas, dan siap mendukung keberlanjutan distribusi energi nasional.
Regenerasi Pelaut untuk Distribusi Energi
Direktur Armada Logistik PT Pertamina Patra Niaga Arif Yunianto mengatakan Indonesia sebagai negara maritim membutuhkan pelaut yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga integritas serta semangat pengabdian untuk mendukung distribusi energi nasional.
"Indonesia merupakan negara maritim terbesar di dunia dengan lebih dari 17 ribu pulau, garis pantai sepanjang lebih dari 100 ribu kilometer, serta wilayah laut mencapai sekitar 3,3 juta kilometer persegi. Kondisi tersebut menjadikan pelaut memiliki peran yang sangat strategis dalam menjaga konektivitas dan kelancaran distribusi energi nasional," ungkap Arif.
Program Beasiswa Calon Pelaut menjadi salah satu upaya perusahaan dalam menyiapkan regenerasi pelaut yang mampu menjawab kebutuhan industri maritim dan energi pada masa depan.
Program tersebut juga membuka akses pendidikan sekaligus memberikan kesempatan berkarier bagi putra-putri terbaik Indonesia.
Sebagai Subholding Downstream Pertamina, PT Pertamina Patra Niaga memiliki peran strategis dalam memastikan distribusi energi ke seluruh Indonesia.
Penyaluran BBM, LPG, minyak mentah, dan berbagai produk energi lainnya di Indonesia sangat bergantung pada transportasi laut.
Keberadaan pelaut yang kompeten menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran operasional distribusi energi, keselamatan pelayaran, serta keamanan pasokan energi nasional.
Seleksi Ketat dan Investasi Jangka Panjang
Pada 2026, Program Beasiswa Calon Pelaut bekerja sama dengan tujuh perguruan tinggi pelayaran di Indonesia.
Program tersebut mendapat antusiasme tinggi dengan total 403 pendaftar.
Sebanyak 100 peserta lolos ke tahap seleksi administrasi dan tes tertulis.
Sebanyak 40 peserta kemudian mengikuti tahap wawancara.
Dari seluruh proses seleksi tersebut, terpilih 13 penerima beasiswa terbaik.
Setelah menyelesaikan pendidikan, para penerima beasiswa akan dipersiapkan untuk bergabung sebagai pelaut di PT Pertamina Patra Niaga.
"Ketiga belas penerima beasiswa yang diresmikan merupakan calon generasi penerus pelaut Pertamina Patra Niaga. Kami berharap mereka tumbuh menjadi pelaut yang profesional, berintegritas, serta memiliki semangat pengabdian untuk memastikan energi terus hadir bagi masyarakat di seluruh Indonesia," ujar Arif.
Saat ini PT Pertamina Patra Niaga didukung sekitar 2.500 pelaut yang menjadi garda terdepan dalam mendistribusikan energi ke berbagai wilayah Indonesia.
Menurut Arif, Program Beasiswa Calon Pelaut merupakan investasi jangka panjang perusahaan untuk menyiapkan regenerasi sumber daya manusia maritim yang kompeten guna memenuhi kebutuhan operasional perusahaan pada masa mendatang.
President Director Pertamina Foundation Agus Mashud S. Asngari mengatakan program beasiswa merupakan investasi dalam membangun generasi muda Indonesia yang siap mengabdi kepada bangsa.
"Ada 13 anak hebat yang memiliki DNA laut dan DNA Indonesia, dengan semangat untuk mengabdi dalam melayani kebutuhan energi bangsa. Terima kasih kepada seluruh perguruan tinggi mitra yang telah mendukung penyelenggaraan program ini. Semoga para penerima beasiswa dapat tumbuh menjadi pelaut yang profesional, berintegritas, dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta Indonesia," ungkap Agus.
Melalui kolaborasi tersebut, PT Pertamina Patra Niaga dan Pertamina Foundation memperkuat komitmen dalam membangun sumber daya manusia maritim Indonesia yang unggul.
Program Beasiswa Calon Pelaut diharapkan menjadi sarana regenerasi pelaut profesional bagi perusahaan, memperluas akses pendidikan, menciptakan peluang kerja bagi generasi muda Indonesia, serta mendukung keberlanjutan distribusi energi yang andal bagi masyarakat di seluruh Indonesia.
- Penulis :
- Arian Mesa





