
Pantau - Dokter Spesialis Jantung RS Sari Asih Sangiang, Cut Arsy Rahmi, mengatakan olahraga yang dilakukan secara rutin sejak usia 40 tahun dapat menjaga kesehatan jantung sekaligus menurunkan risiko penyakit kardiovaskular apabila dilakukan secara bertahap dan sesuai kondisi kesehatan.
Olahraga Tidak Harus Berintensitas Tinggi
Cut Arsy menjelaskan olahraga sebaiknya tidak dipandang sebagai perlombaan untuk mencapai intensitas maksimal, melainkan sebagai upaya membangun kebugaran dan menjaga kualitas hidup dalam jangka panjang.
Ia mengatakan aktivitas fisik tidak harus dilakukan dengan beban berat karena jalan cepat, bersepeda, berenang, maupun aktivitas aerobik lainnya yang dilakukan secara rutin sudah memberikan manfaat bagi kesehatan jantung.
"Yang terpenting adalah konsistensi dan peningkatan kemampuan secara bertahap. Tetap aktif bergerak, tetapi lakukan secara cerdas, bertahap, dan terukur," ungkap Cut Arsy.
Intensitas Harus Disesuaikan dengan Kondisi Tubuh
Menurut Cut Arsy, aktivitas fisik berintensitas tinggi yang dilakukan secara mendadak dapat meningkatkan beban kerja jantung, terutama pada seseorang yang memiliki penyakit jantung atau faktor risiko kardiovaskular yang belum terdeteksi.
Meski demikian, ia menegaskan olahraga tidak perlu dihindari karena aktivitas fisik secara rutin tetap menjadi komponen penting dalam menjaga kesehatan jantung.
"Karena itu, memasuki usia 40 tahun bukan berarti harus berhenti berolahraga. Justru olahraga tetap penting, tetapi perlu dilakukan secara cerdas, bertahap, terukur, dan sesuai kondisi kesehatan," ujarnya.
Ia juga mengingatkan setiap orang perlu mengenali kondisi kesehatan dan kemampuan tubuh sebelum meningkatkan intensitas olahraga.
"Yang penting bukan menghindari olahraga, tetapi mengenali kondisi kesehatan dan kemampuan tubuh sebelum meningkatkan intensitas olahraga. Aktivitas fisik sebaiknya dilakukan secara bertahap, terukur, dan memperhatikan tanda-tanda peringatan dari tubuh," kata Cut Arsy Rahmi.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





