HOME  ⁄  Nasional

Kemendikdasmen Gelar Benchmarking SMK di Batam untuk Perkuat Sinergi dengan Industri

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Kemendikdasmen Gelar Benchmarking SMK di Batam untuk Perkuat Sinergi dengan Industri
Foto: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkuat program revitalisasi melalui sarana dan peralatan pembelajaran SMK berbasis Industri dengan melaksanakan benchmarking ke industri dan SMK di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau pada Sabtu (25/7/2026).

Pantau - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menggelar kegiatan benchmarking ke industri dan sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kota Batam, Kepulauan Riau, sebagai upaya memperkuat revitalisasi sarana pembelajaran berbasis industri sekaligus menyelaraskan pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

Revitalisasi SMK Dorong Kesesuaian dengan Kebutuhan Industri

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah strategis Kemendikdasmen dalam mempercepat pemulihan sarana dan prasarana SMK di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pascabencana hidrometeorologi.

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen Tatang Muttaqin menegaskan pembaruan sarana pembelajaran harus terus dilakukan agar tetap relevan dengan perkembangan teknologi.

Ia mengatakan, “Jangan sampai siswa kita belajar menggunakan teknologi masa lalu, lalu diminta bekerja di industri masa depan. Kesenjangan ini yang harus kita pangkas melalui revitalisasi, baik sarana dan prasarana maupun sistem pembelajaran yang semakin tepat sasaran.”

Tatang berharap kunjungan ke mitra industri dapat membantu kepala sekolah mentransformasi ruang praktik agar sesuai dengan kebutuhan industri saat ini.

Ia juga mengungkapkan, “Mari kita buktikan bahwa SMK Indonesia tidak sekadar mengikuti perkembangan industri, tetapi mampu tumbuh bersama industri dan melahirkan lulusan yang kompeten, berkarakter, dan siap memenangkan masa depan.”

Menurut Tatang, Kota Batam dipilih sebagai lokasi benchmarking karena memiliki pertumbuhan industri yang pesat di sektor manufaktur, elektronik, maritim, hingga ekonomi digital, sementara minat peserta didik melanjutkan pendidikan ke SMK di Kepulauan Riau telah mencapai 62 persen pada tahun ini.

Bantuan Revitalisasi Disalurkan ke SMK Terdampak Bencana

Direktur Sekolah Menengah Kejuruan Arie Wibowo Khurniawan mengatakan bantuan revitalisasi telah disalurkan kepada 131 SMK terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Selain perbaikan fisik bangunan, Kemendikdasmen juga mengalokasikan anggaran untuk pengadaan sarana dan peralatan praktik di sekolah terdampak.

Arie mengingatkan sekolah agar merencanakan pengadaan peralatan praktik yang sesuai dengan kompetensi keahlian, kebutuhan DUDI, serta teknologi yang digunakan di industri.

Ia mengatakan, “Tugas dari teman-teman yang hadir pada hari ini adalah melihat langsung bagaimana alat praktik digunakan di industri. Harapannya, lulusan SMK yang dihasilkan sekolah-sekolah di daerah terdampak bencana tersebut sesuai dengan kebutuhan industri.”

Penulis :
Gerry Eka