
Pantau - Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto mengingatkan Indonesia hanya memiliki satu kesempatan memanfaatkan bonus demografi untuk keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap) dan menjadi negara maju.
Bonus Demografi Jadi Penentu Indonesia Emas 2045
Bima Arya mengatakan peluang tersebut hanya dapat diwujudkan apabila generasi muda dipersiapkan menjadi pemimpin yang berkarakter, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan mampu menghadapi tantangan global.
Ia mengatakan, "Indonesia akan menjadi negara maju kalau kita bisa naik kelas dalam waktu 20 tahun. Masalahnya adalah kita hanya akan bisa naik kelas kalau bisa memanfaatkan bonus demografi."
Pernyataan itu disampaikan Bima saat menyampaikan orasi ilmiah bertema "Generasi Adaptif di Era Bonus Demografi: Membangun Kepemimpinan Digital, Kompetensi Masa Depan, dan Kolaborasi untuk Indonesia 2045" dalam Sidang Terbuka Senat Universitas Garut pada Sabtu (25/7).
Menurut Bima, dominasi penduduk usia produktif merupakan modal besar untuk mempercepat pembangunan, namun bonus demografi tidak akan menghasilkan kemajuan tanpa kesiapan kompetensi dan karakter generasi muda.
Ia menilai penguasaan teknologi seperti artificial intelligence (AI), big data, ilmu komputer, robotika, sistem informasi, dan analisis data menjadi kompetensi penting untuk menghadapi perubahan dunia kerja dan tata kelola pemerintahan.
Karakter Dinilai Lebih Menentukan daripada Kompetensi
Bima menjelaskan Kemendagri telah memanfaatkan AI dalam pengelolaan talenta aparatur sipil negara agar penempatan pegawai lebih sesuai dengan kompetensinya.
Ia mengatakan, "Kalau saya ditanya mana yang lebih menentukan, kompetensi atau karakter, saya katakan 70 sampai 80 persen adalah tentang karakter."
Menurut Bima, penguasaan teknologi harus didukung integritas, disiplin, kejujuran, kemampuan beradaptasi, dan semangat belajar sepanjang hayat agar memberikan manfaat optimal.
Ia juga mengajak para wisudawan menjadi pemimpin yang terbuka terhadap perbedaan, mampu berkolaborasi, menjaga keseimbangan hidup, serta membangun jejaring yang luas demi mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.
- Penulis :
- Gerry Eka





