
Pantau - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat kolaborasi dalam menjaga dan melestarikan ekosistem mangrove sebagai upaya menghadapi perubahan iklim serta melindungi kawasan pesisir.
Mangrove Dinilai Berperan Penting bagi Lingkungan
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Selatan M Ishak Iskandar mengatakan mangrove memiliki fungsi strategis dalam menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus menopang kehidupan masyarakat pesisir.
Ia mengungkapkan, "Bakau juga memiliki fungsi besar dalam menyimpan karbon, menghasilkan oksigen, dan membantu menghadapi perubahan iklim."
Menurut Ishak, mangrove juga berperan melindungi pantai dari abrasi dan gelombang serta menjadi habitat berbagai biota seperti ikan, kepiting, udang, dan burung.
Ia menyebut luas tutupan mangrove di 19 kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan saat ini mencapai sekitar 10.907,35 hektare.
Luas tersebut masih jauh di bawah potensi habitat mangrove yang menjadi target pemulihan ekosistem seluas sekitar 124.146,84 hektare.
Pemprov Tanam 7.000 Bibit Mangrove
Ishak menilai kondisi tersebut menunjukkan masih besarnya tantangan akibat alih fungsi lahan, pencemaran, dan penebangan yang tidak terkendali.
Ia mengatakan, "Keberadaan bakau masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari alih fungsi lahan, pencemaran, hingga penebangan yang tidak terkendali."
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat meningkatkan kepedulian dan aksi nyata dalam pelestarian mangrove.
Ia mengungkapkan, "Mari kita jadikan momentum ini untuk meningkatkan kepedulian dan aksi nyata. Menanam satu pohon mangrove adalah investasi bagi masa depan, demi pesisir yang lebih aman, lingkungan yang lebih sehat, dan kehidupan yang lebih berkelanjutan bagi generasi mendatang."
Pada kegiatan Gerakan Penanaman Mangrove Serentak di Dusun Biringkassi, Kabupaten Pangkep, Pemprov Sulawesi Selatan bersama para pemangku kepentingan menanam sebanyak 7.000 bibit mangrove.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





