HOME  ⁄  Nasional

Proyek PSEL Serang Raya Dipastikan Mulai Dibangun pada Desember 2026

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Proyek PSEL Serang Raya Dipastikan Mulai Dibangun pada Desember 2026
Foto: (Sumber :Suasana di TPSA Cilowong Kota Serang, Banten. (ANTARA/Desi Purnama Sari).)

Pantau - Kementerian Koordinator Bidang Pangan memastikan Proyek Strategis Nasional (PSN) Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Serang Raya akan mulai dibangun pada Desember 2026 setelah proses lelang pihak ketiga rampung dan pemenang ditetapkan.

Deputi III Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kemenko Pangan Nani Hendiarti mengatakan proyek yang diproses oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) itu kini memasuki tahap batch 2 dan sedang memastikan kesiapan lahan di TPSA Cilowong.

Pematangan Lahan Jadi Tahap Awal

”Pembangunan dilaksanakan sekitar Desember 2026. Tapi ada proses pematangan lahan, termasuk cut and fill yang harus disiapkan oleh tiga pemerintah daerah tadi. Target selesainya maksimum dua tahun, jadi akhir 2028 atau lebih cepat,” ungkap Nani di Serang, Senin.

Nani menyebut hasil pengecekan menunjukkan lahan TPSA Cilowong telah siap dan sesuai untuk pembangunan proyek tersebut.

Ia menambahkan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur pengolahan sampah tersebut.

Pemkab Serang Dukung Penuh PSEL

Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah menyatakan Pemerintah Kabupaten Serang mendukung penuh pembangunan PSEL Cilowong sebagai solusi penanganan darurat sampah di wilayah aglomerasi Serang Raya.

”Tentu karena ini adalah aglomerasi Serang Raya, prinsipnya kami mendukung penuh. Ini dalam rangka pelayanan persampahan agar tidak ada penumpukan lagi, mengingat wilayah kabupaten/kota saat ini masih darurat sampah,” ujarnya.

Zakiyah menjelaskan Kabupaten Serang nantinya akan menyetor 400 ton sampah per hari ke PSEL dari total produksi sampah harian sekitar 1.100 ton setelah fasilitas tersebut beroperasi penuh.

Ia juga mengapresiasi Kemenko Pangan dan Danantara yang terus mengawal percepatan realisasi proyek strategis nasional tersebut.

Penulis :
Ahmad Yusuf