
Pantau - Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) bersama Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) menggelar lomba menulis dongeng anak menggunakan aksara Nusantara sebagai upaya meningkatkan literasi budaya masyarakat sekaligus mendorong pelestarian aksara daerah di ruang digital.
Lomba tersebut terbuka untuk masyarakat umum dengan pendaftaran peserta dibuka mulai 8 Agustus 2026.
Peluncuran resmi lomba dijadwalkan berlangsung pada 8 September 2026 yang bertepatan dengan peringatan Hari Aksara Internasional.
Ketua PANDI Isnawan Aslam mengatakan lomba tersebut merupakan bagian dari komitmen PANDI dalam mendukung pemanfaatan aksara lokal di ruang digital.
Ia mengungkapkan, "PANDI melihat aksara Nusantara sebagai bagian penting dari identitas bangsa yang perlu terus dirawat dan dihidupkan, termasuk di ruang digital."
Menurut PANDI, aksara Nusantara perlu diperkenalkan kembali melalui media yang relevan dengan generasi masa kini.
Ia juga mengungkapkan, "Melalui lomba menulis dongeng anak beraksara Nusantara, kami ingin menghadirkan cara yang lebih dekat, kreatif, dan menyenangkan bagi generasi muda untuk mengenal kembali aksara daerah."
Jadwal dan Kategori Lomba
Peserta dapat memilih salah satu dari enam kategori aksara daerah yang disesuaikan dengan cerita, bahasa, dan budaya yang ingin diangkat.
Enam kategori tersebut meliputi Aksara Jawa, Aksara Sunda, Aksara Bali, Aksara Batak, Aksara Bugis, dan Aksara Rejang.
Masa penulisan dan pengumpulan karya berlangsung mulai 8 September 2026 hingga 31 Januari 2027.
Pengumuman pemenang direncanakan pada Februari 2027.
Penyerahan hadiah dijadwalkan berlangsung pada Maret 2027.
Dukungan Pelestarian Aksara Nusantara
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengapresiasi inisiatif yang bertujuan melestarikan kebudayaan sekaligus menjadikan aksara Nusantara sebagai warisan budaya yang hidup.
Ia mengatakan, "Kami juga berharap inisiatif ini dapat mendorong Aksara Nusantara sebagai living heritage untuk semakin hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman."
Penyelenggara berharap lomba ini menjadi gerakan bersama untuk memperkuat literasi budaya sekaligus mendorong aksara Nusantara tetap digunakan, berkembang, dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
Informasi mengenai ketentuan, persyaratan, dan jadwal pelaksanaan lomba dapat diakses melalui situs resmi lomba menulis dongeng menggunakan aksara Nusantara.
- Penulis :
- Arian Mesa



