
Pantau - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Seoul mendorong investasi berkualitas dari Korea Selatan di sektor-sektor prioritas Indonesia melalui Indonesia–Korea Business Forum 2026 yang mengusung tema Investing in Indonesia: Advancing Strategic Industrial Partnerships di Fairmont Ambassador Hotel, Seoul, Korea Selatan, pada Senin, 27 Juli 2026.
Forum yang dihadiri 30 perusahaan dan asosiasi dari Korea Selatan itu bertujuan memperkuat kemitraan industri strategis kedua negara sekaligus mendukung implementasi Special Comprehensive Strategic Partnership (SCSP) dan Indonesia–Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA) guna memperkuat kerja sama ekonomi Indonesia dan Korea Selatan.
Indonesia Ajak Investor Korea Selatan Perkuat Kemitraan Jangka Panjang
Duta Besar RI untuk Korea Selatan, Cecep Herawan, menyampaikan bahwa hubungan ekonomi Indonesia dan Korea Selatan bersifat saling melengkapi serta telah memasuki fase yang semakin strategis.
Ia mengatakan, "Indonesia tengah menyempurnakan berbagai kebijakan ekonominya. Namun, arah kebijakan tersebut bukan untuk menutup diri atau menuju nasionalisasi."
Cecep Herawan menjelaskan bahwa penyempurnaan kebijakan ekonomi dilakukan untuk menciptakan iklim investasi yang adil, transparan, dan kompetitif serta memberikan kepastian bagi pelaku usaha domestik maupun internasional.
Ia menegaskan bahwa Indonesia tetap terbuka terhadap investasi asing dan memandang dunia usaha sebagai mitra utama pembangunan.
Ia mengungkapkan, "Kami tidak hanya mengundang investor datang, tetapi juga tumbuh bersama Indonesia sebagai mitra jangka panjang, dari manufaktur maju dan transisi energi hingga ekonomi digital."
Cecep Herawan juga mengajak perusahaan-perusahaan Korea Selatan memanfaatkan momentum investasi di tengah perubahan lanskap ekonomi global serta meningkatnya peran negara-negara Global South.
Ia mengatakan, "Di tengah ketidakpastian dunia, sekarang waktu tepat memperkuat investasi di Indonesia. Perusahaan yang bergerak lebih awal akan lebih siap saat ekonomi global kembali tumbuh."
Forum Bahas Peluang Investasi dan Kerja Sama Industri Masa Depan
Forum membahas peluang investasi di Indonesia, kebijakan investasi, infrastruktur, pembiayaan, serta kegiatan business matching untuk mempertemukan pelaku usaha kedua negara.
Momentum kerja sama Indonesia dan Korea Selatan juga semakin diperkuat melalui kerja sama teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) serta kesepakatan bisnis senilai 10,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp184,3 triliun yang dicapai saat kunjungan Presiden RI ke Seoul pada April 2026.
Direktur Jenderal Urusan ASEAN Kementerian Luar Negeri Korea Selatan, Lee Dong-gy, menyambut baik perkembangan hubungan kedua negara yang kini meluas ke sektor kendaraan listrik, energi bersih, dan kecerdasan buatan.
Direktur Jenderal Hubungan Ekonomi Kementerian Luar Negeri RI, Daniel Tumpal Simanjuntak, menyampaikan bahwa realisasi investasi asing langsung Indonesia pada 2025 mencapai 21,4 miliar dolar AS atau sekitar Rp386,7 triliun.
Daniel Tumpal Simanjuntak mengundang investor Korea Selatan untuk menanamkan modal di sektor semikonduktor, manufaktur maju, galangan kapal, serta pembangkit listrik tenaga nuklir modular skala kecil (Small Modular Reactor/SMR).
Forum juga membahas insentif perizinan dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, skema Local Currency Transaction (LCT) dari Bank Indonesia, serta kesiapan infrastruktur kawasan industri.
KBRI Seoul mencatat investasi Korea Selatan di Indonesia selama periode 2021–2025 mencapai 11,45 miliar dolar AS atau sekitar Rp206,8 triliun yang didukung ekspansi sejumlah perusahaan besar Korea Selatan di Indonesia.
- Penulis :
- Shila Glorya



